Tahapan Proses Keputusan Pembelian


Menurut Kotler dan Amstrong (2012:179) terdapat beberapa tahap proses
dalam melakukan keputusan pembelian, yaitu:
1) Pengenalan Kebutuhan
Proses pembelian dimulai saat konsumen mengenali sebuah masalah atau
kebutuhan,dimana kebutuhan itu dapat dicetuskan oleh rangsangan internal
dan eksternal. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen,
pemasar dalam mengidentifikasi rangsangan yang paling sering
membangkitkan minat akan suatu kategori produk, sehingga pemasar dapat
mengembangkan strategi pemasaran yang memicu inat konsumen.
Pengenalan kebutuhan dapat dipicu oleh dua faktor, yaitu internal dan
eksternal. Faktor inernal adalah saat seseorang merasakan suatu keutuhan
sebagai manusi normal seperti merasalapar dan haus. Sementara faktor
eksternal berasal dari luar pribadi, seperti iklan bahkan berdiskusi dengan
teman yang dapat memicu timbulnya kebutuhan. Pada tahap ini seorang
pemasar harus mencari tahu kebutuhan dari konsumen serta mampu
membawa solusi dari kebutuhan konsumen tersebut.
2) Pencarian Informasi
Konsumen yang terungggah kebutuhannya akan terdorong untuk mencari
informasi yang lebih banyak, kita dapat membaginya kedalam dua tingkat.
Situasi yang pertama adalah pencarian informasi yang lebih ringan dinamakan
pencarian yang menguat.pada tingkat selanjutnya, orang akan memasuki
tingkatt pencarian aktif informasi dengan cara mencari bahan bacaan,
menelpon teman, dan mengunjungi toko untuk mempelajari produk yang akan
dibelinya.
Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber yaitu:
a) Personal source
Sumber pribadi bisa berasal dari teman, keluarga, tetangga, atau pribadi
yang dekat dengan orang tersebut.
b) Commercial source
Sumber komrsial adalah sumber informasi yang berasal dari iklan, sales
promotion, dan dari berbagai aktifitas promosi lainnya
c) Public source
Merupakan sumber informasi yang berasal dari berbagai media massa,
internet, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain.
d) Experiental source
Merupakan sumber informasi berdasarkan pengalaman yang elah
menggunakan suatu produk dan mengatasi masalah yang terjadi saat
mengkonsumsi suatu produk.
3) Evaluasi Alternatif
Konsumen menggunakan informasi internl dan eksternal untuk
mengevaluasi pilihn berkenaan dengan manfaat yang diperolehnya sehingga
pilihan berdasarkan evaluasi alternative ini merupakan pilihan terbaik untuk
konsumen.
Evaluasi alternative menggunakan kriteria yang dibuat oleh konsumen
untuk membandingkan produk yang ada di pasar dan membuat pilihan.
4) Keputusan Pembelian
Dalam tahap ini diawali dengan ppenilaian terhadap berbagai alternative
yang dapat dilihat dari atribut-atribut yang melekat pada produk itu. Dengan
indikasi itu maka konsumen membentuk pilihan di antara beberapa produk
yang trgabung dalam perangkat plihan. Dalam tahap ini konsumen juga
membentuk suatu maksud memilih suatu produk yang disukai.
Ada dua faktr yang berbeda di antara niat pembelian dan keputusan
pembelian, antara lain:
a) Sikap dari orang lain, skap orang lain mampu mempengaruhi seseorang
dalam melakukan keputusan pembeliannya.
b) Faktor situasi yang tidak bisa diantisipasi, yang dapat merubah keputusan
pembelian seperti kondisi ekonomi, inflasi, nilai tukar mata uang, dan
lain-lain.
5) Perilaku pasca pembelian
Setelah pembelian produk, konsumen akan mengalami suatu tingkat
kepuasan atau ketidakpuasan tertentu. Kepuasan atau ketidakpuasan
konsumen dengan suatu produk akan mempengaruh perilaku selanjutnya. Jika
konsumen merasa puas, dia akan menunjukkan probabilitas yang lebih tinggi
untuk membeli produk itu. Sedangkan konsumen tidak puas akan berusaha
untuk mengurani ketidakpuasan ini dengan membuang atau mengembalikan
produk tersebut.