Empat Tipe Perilaku Pembelian Konsumen


Kotler dan Armstrong (2012:177) juga membedakan empat tipe perilaku
pembelian konsumen berdasarkan pada keterlibatan konsumen dan derajat
perbedan antara merk yang ada, yaitu:
1) Perilaku pembelian yang rumit (complex buying behavior)
Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang ditentukan oleh
keterlibatan yang tinggi dalam pembelian dan perbedaan yang dianggap
signifikan antarmerek. Pemasar produk yang memerlukan keterlibatan yang
tinggi dalam pembelian dengan berusaha mnyadari perbedaan-perbedaan yang
jelas diantara merk-merk yang ada di pasar. Perilaku ini terjadi saat akan
melakukan pembelian pada produk yang relative mahal, jarang dibeli dan
mencerminkan pembelinya seperti mobil dan barang-barang fashion.
2) Perilau membeli untuk mengurangi ketidakcocokan (Dissonence reducing
buying behavior)
Perilaku membeli pada tipe ini mempunyai keterlibatan yang tinggi dan
konsumen menyadari hanya terdapat sedikit perbedaan antara berbagai merk
yang ada. Biasanya tipe perilaku pembelian ini dipaka saat membeli barang
yang mahal, tidak sering dibeli, dan membeli dengan cepat karena perbedaan
merk tidak terlihat. Contohnya, seperti keramik, pipa PVC, karpet dan lain-
lain. Konsumen akan merespon dengan harga atau yang mampumenjawab
kebutuhan dan kenyamanan konsumen.
3) Perilaku membeli akibat kebiasaan (Habbitual buying behavior)
Dalam hal ini, perilaku pembelian dilakukan atas dasar kebiasaan tanpa
kesetiaan terhadap suat merk. Tingkat keterlibatan konsumen rendah dan
sedikit yang signifikan terhadap merk.
4) Perilaku membeli karena mencari variasi (Variety seeking buying behavior)
Perliaku membeli ini memiliki keterlibatan yang rendah, namun masih
terdapat perbedaan merk yang jelas.perilaku ni terjadi untuk produk-produk
yang sering dibeli, relative murah dan konsumen ingin mencoba produk
lainnya