Menurut Tjiptono, (2015:315) untuk menentukan indikator kualitas
produk, dapat melalui delapan dimensi seperti yang terdiri dari :
- Kinerja (Performance)
Kinerja merupakan suatu karakteristik operasi dasar dari suatu produk, Ini
merupakan manfaat atau khasiat utama produk yang kita beli. Biasanya ini
menjadi pertimbangan pertama kita membeli produk. misalnya: kinerja produk
pada jasa penerbangan adalah ketepatan waktu, kenyamanan, keramahan. - Fitur (Features)
Fitur merupakan pelengkap khusus yang dapat menambah pengalaman
pemakai produk, Fitur adalah karakteristik produk yang dirancang untuk
menyempurnakan fungsi produk atau menambak ketertarikan konsumen
terhadap produk. Fitur bersifat pilihan atau option bagi konsumen. Kalau
manfaat utama sudah standar, fitur seringkali ditambahkan. Idenya, fitur bisa
meningkatkan kualitas produk kalau pesaing tidak memilikinya.misalnya pada
mobil terdapat fitur sensor parkir atau kamera parkir, fitur Keyless entry yakni
tidak perlu kunci untuk menyalakan kendaraan. - Kehandalan (Reability)
Kehandalan merupakan suatu probabilitas yang terjadi kegagalan atau
kerusakan produk dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil tingkat
kerusakan maka semakin andal produk yang dihasilkan. - Kesesuaian dengan spesifikasi (Conformance to specifications)
Kesesuaian dengan spesifikasi merupakan suatu tingkat kesesuaian produk
dengan standar yang telah ditetapkan atau Sejauh mana karakteristik operasi
dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau
tidak ditemukannya cacat dalam produk. Misalnya: ketepatan waktu
keberangkatan kereta api dan kesesuaian ukuran sepatu dengan standar yang
berlaku. - Daya Tahan (Durability)
Daya tahan menunjukkan usia produk, yaitu jumlah pemakaian suatu produk
sebelum produk itu digunakan atau rusak. Semakin lama daya tahannya tentu
semakin awet, produk yang awet akan dipersepsikan lebih berkualitas
dibanding produk yang cepat habis atau cepat diganti. - Kemampuan Melayani (Serviceability)
Kemampuan melayani merupakan suatu kecepatan dan kemudahan untuk
direparasi, serta kompetensi dan keramahan staff pelayanan. - Estetika (Asthetics)
Estetika merupakan daya tarik produk atau penampilan produk yang dapat
dinilai dengan panca indera (rasa, suara, dan pendengaran). - Persepsi Terhadap Kualitas (Perceived Quality)
Persepsi terhadap kualitas merupakan suatu kualitas yang dinilai berdasarkan
reputasi penjual atau hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara
tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti
atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi
konsumen terhadap produk terdapat dari harga, merek, periklanan, reputasi,
dan negara asal. Misalnya: mobil BMW/Mercedes, arloji Rolex, TV Sony
