Tujuan pemasaran adalah memenuhi kepuasan dan kebutuhan konsumen
melalui kegiatan pemasaran, yang akan berdampak terhadap meningkatnya hasil
penjualan produk, dan pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan sesuai
tujuan yang sudah ditetapkan dalam kegiatan pemasaran. Hal tersebut juga
menunjukkan bahwa perusahaan harus mengetahui bagaimana keinginan
konsumen dan juga apa yang dibutuhkan konsumen melalui studi perilaku
konsumen. Beberapa definisi perilaku konsumen dapat dijelaskan sebagai berikut:
Menurut Peter dan Olson (2013), mendenisikan bahwa “Perilaku konsumen
(Customer Behavior) adalah sebagai dinamika interaksi antara pengaruh dan
kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran
aspek-aspek kehidupan”.
Menurut Hawkins (2013), “Perilaku konsumen adalah studi tentang
individu, kelompok, atau organisasi dan proses yang mereka gunakan untuk
memilih, aman, penggunaan, dan membuang produk, jasa, pengalaman, atau ide
untuk memuaskan kebutuhan dan dampak bahwa proses ini memiliki pada
pelanggan dan masyarakat”. Menurut Michael R. Solomon (2015) “Perilaku
konsumen adalah studi tentang proses yang terlibat ketika individu atau kelompok
pilih, pembelian, penggunaan, atau membuang produk, jasa, ide, atau pengalaman
untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan”.
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli diatas,
dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah studi tentang individu,
kelompok, atau organisasi dan studi tentang proses yang terlibat ketika individu
atau kelompok pilih, pembelian, penggunaan, atau membuang produk, jasa, ide,
atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan dampak bahwa proses ini
memiliki pada pelanggan dan masyarakat.
Perilaku konsumen sangat perlu dipahami oleh perusahaan sehingga dapat
memasarkan produk yang dihasilkan dengan baik. Banyak perbedaan yang
dimiliki konsumen, akan tetapi juga banyak kesamaan yang perlu diperhatikan
oleh perusahaan sebagai pihak pemasar. Pemasar yang memahami perilaku
konsumen akan mampu memperkirakan bagaimana kecenderungan sikap seorang
konsumen terhadap informasi yang diterimanya. Maka mempelajari perilaku
konsumen sangatlah penting bagi sebuah perusahaan.
Menurut Kotler dan Armstrong (2014) perilaku konsumen dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu:
- Faktor Budaya. Faktor kebudayaan berpengaruh luas dan mendalam terhadap
perilaku konsumen. Faktor kebudayaan terdiri dari: budaya, subbudaya, kelas
sosial, - Faktor Sosial. Selain faktor budaya, perilaku seorang konsumen dipengaruhi
oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga serta status sosial. - Faktor Pribadi. Faktor pribadi yang memberikan kontribusi terhadap perilaku
konsumen terdiri dari: usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan dan lingkungan
ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri - Faktor Psikologis. Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat faktor
psikologi utama yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan
sikap
