Menurut Kotler dan Keller (2016), mendefinisikan bahwa “kualitas adalah
totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada
kemampuannya untuk memuaskan kebutuhhan yang dinyatakan atau tersirat”.
Sedangkan menurut Laksana (2011), mendefinisikan bahwa “kualitas terdiri dari
sejumlah keitimewaan produk yang memenuhi keinginan pelanggan dengan
demikian memberikan kepuasan atas penggunaan produk”.
Menurut Saladin (2012), mendefinisikan bahwa “produk adalah segala
sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk diperhatikan, dimiliki,
dipakai,dan dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan”.
Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (2014) mendefinisikan bahwa “produk
sebagai segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar menarik
perhatian, akuisisi, penggunaan, atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu
keinginan dan kebutuhan”. Menurut Alma (2014) mendefinisikan bahwa
sebagai seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, termasuk
didalamnya masalah warna, harga, nama baik produk, nama baik pengecer, dan
pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna
memuaskan keinginannya”.
Menurut Kotler dan Keller (2016), mendefinisikan bahwa “kualitas produk
adalah kemampuan suatu barang untuk memberikan hasil atau kinerja yang sesuai
bahkan melebihi dari apa yang diinginkan pelanggan”. Sedangkan menurut
Mowen dan Minor (2012), mendefinisikan bahwa “kualitas produk merupakan
proses evaluasi secara keseluruhan kepada pelanggan atas perbaikan kinerja suatu
barang atau jasa”. Menurut Kotler dan Armstrong (2014), mendefinisikan bahwa
“kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam memperagakan
fungsiya, hal ini termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan,
kemudahan pengoperasian, dan reparasi produk, juga atribut produk lainnya”
