Aspek Loyalitas Karyawan


Menurut Siswanto (2002), aspek-aspek loyalitas kerja yang terdapat pada
individu dititikberatkan pada pelaksanaan kerja yang dilakukan karyawan, antara
lain:

  1. Taat pada peraturan. Perusahaan menerapkan kebijakan untuk
    memperlancar dan mengatur jalannya pelaksanaan tugas oleh manajemen
    perusahaan agar ditaati dan dilaksanakan dengan baik. Kebijakan ini
    dilakukan untuk membentuk rasa kedisiplinan yang dapat menguntungkan
    organisasi.
  2. Tanggung jawab pada perusahaan. Karyawan memiliki konsekuensi yang
    berupa karakteristik pekerjaan dan pelaksanaan tugas dari pekerjaan
    tersebut. Kesediaan karyawan dalam melaksanakan tugasnya dengan baik
    akan membentuk kesadaran bertanggungjawab dan keberanian karyawan
    terhadap risiko atas apa yang telah dilakukan.
  3. Kemauan untuk bekerja sama. Dengan melakukan kerja sama, tujuan dari
    perusahaan dapat lebih mudah dicapai apabila dilakukan secara kelompok
    daripada secara individual.
  4. Rasa memiliki, Karyawan yang mempunyai rasa memiliki terhadap
    perusahaan membuat karyawan menjadi memiliki sikap untuk
    bertanggungjawab terhadap perusahaan. Karyawan juga secara sukarela
    akan menjaga perusahaan, sehingga akan terbentuk rasa loyalitas dalam
    mencapai tujuan perusahaan.
  5. Hubungan antar pribadi. Loyalitas kerja yang tinggi membuat karyawan
    memiliki sikap yang fleksibel mengenai hubungan antar pribadi,
    diantaranya hubungan sosial antar karyawan, hubungan harmonis diantara
    karyawan dan atasan, kemudian situasi kerja dan sugesti dari rekan kerja.
  6. Kesukaan terhadap pekerjaan. Perusahaan harus dapat menyadari bahwa
    karyawan yang bekerja untuk perusahaan juga manusia seutuhnya.
    Karyawan yang melakukan pekerjaannya dengan senang hari dapat dilihat
    dari indikator keunggulan karyawan dalam bekerja dan karyawan yang
    tidak pernah menuntut apa yang diterima di luar upah pokok.