Menurut Siswanto (2002), aspek-aspek loyalitas kerja yang terdapat pada
individu dititikberatkan pada pelaksanaan kerja yang dilakukan karyawan, antara
lain:
- Taat pada peraturan. Perusahaan menerapkan kebijakan untuk
memperlancar dan mengatur jalannya pelaksanaan tugas oleh manajemen
perusahaan agar ditaati dan dilaksanakan dengan baik. Kebijakan ini
dilakukan untuk membentuk rasa kedisiplinan yang dapat menguntungkan
organisasi. - Tanggung jawab pada perusahaan. Karyawan memiliki konsekuensi yang
berupa karakteristik pekerjaan dan pelaksanaan tugas dari pekerjaan
tersebut. Kesediaan karyawan dalam melaksanakan tugasnya dengan baik
akan membentuk kesadaran bertanggungjawab dan keberanian karyawan
terhadap risiko atas apa yang telah dilakukan. - Kemauan untuk bekerja sama. Dengan melakukan kerja sama, tujuan dari
perusahaan dapat lebih mudah dicapai apabila dilakukan secara kelompok
daripada secara individual. - Rasa memiliki, Karyawan yang mempunyai rasa memiliki terhadap
perusahaan membuat karyawan menjadi memiliki sikap untuk
bertanggungjawab terhadap perusahaan. Karyawan juga secara sukarela
akan menjaga perusahaan, sehingga akan terbentuk rasa loyalitas dalam
mencapai tujuan perusahaan. - Hubungan antar pribadi. Loyalitas kerja yang tinggi membuat karyawan
memiliki sikap yang fleksibel mengenai hubungan antar pribadi,
diantaranya hubungan sosial antar karyawan, hubungan harmonis diantara
karyawan dan atasan, kemudian situasi kerja dan sugesti dari rekan kerja. - Kesukaan terhadap pekerjaan. Perusahaan harus dapat menyadari bahwa
karyawan yang bekerja untuk perusahaan juga manusia seutuhnya.
Karyawan yang melakukan pekerjaannya dengan senang hari dapat dilihat
dari indikator keunggulan karyawan dalam bekerja dan karyawan yang
tidak pernah menuntut apa yang diterima di luar upah pokok.
