Indikator-Indikator Beban Kerja


Terdapat beberapa indikator-indikator oleh Koesomowidjojo (2017:33),
diantaranya:

  1. Keadaan Pekerjaan
    Keadaan kerja konsentrasikan yaitu tentang bagaimana seseorang
    mengerti dan menguasai tugas dengan baik. Misalnya, terdapat seorang
    karyawan yang bekerja dibagian produksi yang berkaitan dengan
    pengoperasian mesin produksi. Maka dapat dilihat seberapa jauh karyawan
    dalam memahami dan mengerti pengoperasian mesin produksi. Maka dari
    itu, perusahaan perlu menerapkan serta melakukan sosialisasi tentang SOP
    (Standard Operational Procedure) kepada seluruh karyawan sehingga
    dapat bekerja dengan:
    a. Dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan standar
    b. Memperkecil terjadinya kesalahan dan kecelakaan kerja dalam pelaksanaan
    kerja
    c. Menekan besaran beban kerja karyawan dan menumbuhkan comparability,
    credibility serta defensibility
    d. Memiliki sistem yang memungkinkan evaluasi proses kerja yang dapat
    membantu perusahaan mengidentifikasi area untuk perbaikan dan
    meningkatkan efisiensi secara keseluruhan
    e. Memberi kebijakan agar karyawan mudah menentukan keputusan
    f. Memudahkan karyawan dalam berkomunikasi dengan rekan kerja maupun
    atasan
  2. Pemakaian Jam Kerja
    Beban karyawan dapat dikurangi dengan menjadwalkan jam kerja sesuai
    dengan SOP. Namun, banyak perusahaan kekurangan SOP atau
    menjalankan SOP secara tidak konsisten, menyebabkan penggunaan jam
    kerja yang diberikan kepada pekerja menjadi melampaui atau benar-benar
    terbatas.
  3. Sasaran Yang wajib berhasil
    Beban kerja yang akan diselesaikan oleh pegawai secara alami akan
    dipengaruhi secara langsung oleh tujuan kerja yang telah ditetapkan oleh
    organisasi. Semakin banyak beban yang diterima dan dialami oleh pegawai,
    maka semakin tidak seimbang antara jam penyelesaian dengan banyaknya
    pekerjaan yang diberikan.