Indikator Loyalitas Karyawan


Menurut Runtu (2014) Loyalitas tidak mungkin dianggap
sebagai sesuatu yang terjadi dengan sendirinya ketika seorang
karyawan bergabung dalam organisasi. Apabila organisasi
menginginkan seorang karyawan yang loyal, organisasi harus
mengupayakan agar karyawan menjadi bagian dari organisasi yang
merupakan tingkatan lebih tinggi. Dengan demikian karyawan tersebut
sungguh merasa bahwa “suka-duka” organisasi adalah “suka-duka”-
nya juga. Oleh karena itu loyalitas mencakup kesediaan untuk tetap
bertahan, memiliki produktivitas yang melampaui standard, memiliki
perilaku altruis, serta adanya hubungan timbal balik di mana loyalitas
karyawan harus diimbangi oleh loyalitas organisasi terhadap karyawan.
Ada 16 indikator yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi
loyalitas karyawan sebagaimana dikemukakan Powers (dalam Runtu,
2014), yaitu:

  1. Tetap bertahan dalam organisasi.
  2. Bersedia bekerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan.
  3. Menjaga rahasia bisnis perusahaan.
  4. Mempromosikan organisasinya kepada pelanggan dan
    masyarakat umum.
  5. Menaati peraturan tanpa perlu pengawasan yang ketat.
  6. Mau mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan
    organisasi.
  7. Tidak bergosip, berbohong atau mencuri.
  8. Membeli dan menggunakan produk perusahaan.
  9. Ikut berkontribusi dalam kegiatan social organisasi.
  10. Menawarkan saran-saran untuk perbaikan.
  11. Mau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan aksidental
    organisasi.
  12. Mau mengikuti arahan atau instruksi.
  13. Merawat properti organisasi dan atau tidak memboroskannya.
  14. Bekerja secara aman.
  15. Tidak mengakali aturan organisasi termasuk ijin sakit.
  16. Mau bekerja sama dan membantu rekan kerja.
    Pambudi (dalam Tommy dkk., 2010) juga menambahkan
    bahwa lima 5 faktor yang menjadi tolok ukur sumber daya manusia
    yang mempunyai loyalitas atau komitmen, yaitu:
  17. Karyawan tersebut berada di organisasi tertentu;
  18. Karyawan tersebut mengenal seluk beluk bisnis
    perusahaannya maupun para pelanggannya dengan baik.
  19. Karyawan tersebut turut berperan dalam mempertahankan
    hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan bagi
    perusahaannya;
  20. Karyawan tersebut merupakan aset tak berwujud yang tidak
    dapat ditiru oleh para pesaing;
  21. Karyawan tersebut mempromosikan organisasinya, baik dari
    sudut produk, layanan, sebagai tempat kerja yang ideal
    maupun keunggulan kinerja dan masa depan yang lebih baik