Aspek – Aspek Loyalitas


Loyalitas kerja karyawan tidak terbentuk begitu saja dalam
organisasi, tetapi ada aspek-aspek yang terdapat didalamnya yang
mewujudkan loyalitas kerja karyawan. Masing-masing aspek
merupakan bagian dari manajemen organisasi yang berkaitan dengan
karyawan maupun organisasi. Aspek-aspek loyalitas kerja yang
terdapat pada individu dikemukakan oleh Siswanto (dalam Soegandhi
dkk. 2013), yang menitik beratkan pada pelaksanaan kerja yang
dilakukan karyawan antara lain. :

  1. Taat pada peraturan. Setiap kebijakan yang diterapkan dalam
    organisasi untuk memperlancar dan mengatur jalannya
    pelaksanaan tugas oleh manajemen organisasi ditaati dan
    dilaksanakan dengan baik. Keadaan ini akan menimbulkan
    kedisiplinan yang menguntungkan organisasi baik intern
    maupun ekstern.
  2. Tanggung jawab pada perusahaan/organisasi. Karakteristik
    pekerjaan dan pelaksanaan tugasnya mempunyai konsekuensi
    yang dibebankan karyawan. Kesanggupan karyawan untuk
    melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan kesadaran akan setiap
    resiko pelaksanaan tugasnya akan memberikan pengertian
    tentang keberanian dan kesadaran bertanggungjawab terhadap
    resiko atas apa yang telah dilaksanakan.
  3. Kemauan untuk bekerja sama. Bekerja sama dengan orang-
    orang dalam suatu kelompok akan memungkinkan organisasi
    dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh orang-
    orang secara invidual.
  4. Rasa memiliki, adanya rasa ikut memiliki karyawan terhadap
    organisasi akan membuat karyawan memiliki sikap untuk ikut
    menjaga dan bertanggung jawab terhadap organisasi sehingga
    pada akhirnya akan menimbulkan loyalitas demi tercapainya
    tujuan organisasi.
  5. Hubungan antar pribadi, karyawan yang mempunyai loyalitas
    kerja tinggi mereka akan mempunyai sikap fleksibel ke arah
    tata hubungan antara pribadi. Hubungan antara pribadi ini
    meliputi : hubungan sosial diantara karyawan, hubungan yang
    harmonis antara atasan dan karyawan, situasi kerja dan sugesti
    dari teman kerja.
  6. Kesukaan terhadap pekerjaan, organisasi harus dapat
    menghadapi kenyataan bahwa karyawannya tiap hari datang
    untuk bekerjasama sebagai manusia seutuhnya dalam hal
    melakukan pekerjaan yang akan dilakukan dengan senang hati
    sebagai indikatornya bisa dilihat dari : keunggulan karyawan
    dalam bekerja, karyawan tidak pernah menuntut apa yang
    diterimanya diluar gaji pokok