Teori Stakeholder dapat memberikan hubungan antara suatu entitas bisnis
dengan suatu kelompok atau individu yang saling memberikan pengaruh sehingga
problem tersebut dapat dengan cepat teratasi (Ardiyasa 2021). Timbulnya beberapa
fenomena dapat teralisasikan apabila memiliki hubungan yang baik dan transparan
antara manajer dan pemangku kepentingan.
Menurut Rismawati (2021, 10) definisi Teori Stakeholder adalah sebagai
berikut:
“Teori Stakeholder adalah para pemangku kepentingan yaitu kelompok atau
individu yang berkepentingan, baik secara langsung maupun tidak langsung
terhadap aktivitas perusahaan.”
Menurut Agoes & Ardana (2014, 85) menjelaskan Teori Stakeholder adalah
sebagai berikut:
“Teori Stakeholder adalah peranan bisnis perusahaan tidak lagi terbatas dari
beberapa pemangku kepentingan saja dan saat ini perusahaan dianggap
sebagai lembaga sosial yang dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan
pada semua pemangku kepentingan.”
Dari beberapa definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa teori
stakeholder merupakan suatu kelompok atau individu yang saling mempengaruhi
pada aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dengan memiliki
hubungan yang baik dan secara transparan antara manajer dan pemangku
kepentingan
