Definisi Keterikatan Karyawan (employee engagement)


Keterikatan karyawan atau employee engagement adalah komitmen emosional yang
dimiliki karyawan pada organisasi dan tujuan organisasi. Robbins (2009:103)
mengatakan employee engagement adalah keterlibatan individu dengan kepuasan
dan antusiasme untuk pekerjaan yang dilakukan. Karyawan dalam bekerja akan
terlibat secara fisik, kognitif, maupun emosional selama menunjukkan kinerjanya
dalam bekerja. Karyawan yang memiliki hubungan baik dan terikat dengan
perusahaan menjadi salah satu faktor dari keberhasilan perusahaan jika perusahaan
mampu mengelola employee engagement (keterikatan karyawan) dengan baik dan
konsisten.
Keterikatan (engagement) karyawan dianggap sebagai energi dan motivasi
positif yang dimiliki karyawan sehingga membantu perusahaan untuk mencapai
tujuan (Schiemann, 2011:30). (Akbar, dalam Rustono dan Akbari, 2015;1173)
menambahkan bahwa employee engagement (keterikatan karyawan) dapat
dihubungkan dengan kesuksesan dan beragam konsekuensi bisnis yang lebih besar
seperti karyawan lebih gigih dalam berupaya, kinerja yang lebih baik, kualitas yang
lebih tinggi dan menurunnya tingkat turnover karyawan. Jika keterikatan
(engagement) dihubungkan dengan konsekuensi dari masing-masing karyawan
maka dapat menurunkan tingkat stres dan konflik, kesehatan lebih baik dan
kepuasan kerja menjadi lebih besar.
Employee engagement (keterikatan karyawan) merupakan komitmen
emosional dari karyawan untuk perusahaan atau organisasi dan tujuannya sehingga
dapat memberikan asumsi bahwa karyawan merasa peduli dengan pekerjaan dan
tanggung jawab pada perusahaan. Karyawan saat bekerja tidak hanya
mementingkan gaji maupun promosi jabatan melainkan bekerja atas tujuan
organisasi (Kruse, 2012:698). Siddhanta dan Roy (2010:171) menyatakan bahwa
“employee engagement dapat menciptakan kesuksesan bagi perusahaan yang
berkaitan dengan kinerja karyawan, produktifitas, keselamatan kerja, kehadiran dan
retensi, kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dan profitabilitas” maka kinerja
karyawan menjadi salah satu hal yang dapat menciptakan tingginya employee
engagement (keterikatan karyawan). Beberapa riset dari peneliti juga mengatakan
adanya hubungan positif dari employee engagement dengan perusahaan atau
organisasi yang dapat mengarah pada profitabilitas dan kinerja menjadi lebih baik
(Choo et al, 2013:132).
Keterikatan karyawan atau employee engagement dapat dikatakan sebagai
suatu kondisi atau keadaan dari seorang karyawan yang memiliki rasa keterikatan,
kesediaan karyawan maupun perasaan sukarela untuk memaksimalkan potensi yang
dimiliki sehingga memberikan kinerja terbaik untuk perusahaan. Karyawan tidak
hanya bekerja untuk mementingkan gaji dan promosi jabatan yang diberikan
perusahaan, akan tetapi karyawan yang merasa terikat akan bekerja berdasarkan
tujuan organisasi atau perusahaan