Strategi Meningkatkan Kualitas Pelayanan


Menurut Tjiptono (2012:182–189), terdapat beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam meningkatkan kualitas layanan :

  1. Mengidentifikasi determinan utama kualitas layanan
    Setiap penyedia layanan diwajibkan untuk menyampaikan layanan berkualitas
    terbaik kepada konsumen. Beberapa faktor yang menjadi penilaian konsumen
    seperti keamanan transaksi (pembayaran menggunakan kartu kredit atau debit),
    keamanan, ketepatan waktu, dan lain-lain. Upaya ini dilakukan untuk
    membangun pandangan konsumen terhadap kualitas layanan yang telah
    diterima. Apabila terjadi kekurangan dalam beberapa faktor tersebut, perlu
    diperhatikan dan ditingkatkan. Sehingga akan terjadi penilaian yang lebih baik
    di mata pelanggan.
  2. Mengelola ekspektasi pelanggan
    Banyak perusahaan yang berusaha menarik perhatian pelanggan dengan
    berbagai cara sebagai salah satunya adalah melebih-lebihkan janji sehingga itu
    menjadi ‘bumerang’ untuk perusahaan apabila tidak dapat memenuhi apa yang
    telah dijanjikan. Karena semakin banyak janji yang diberikan, semakin besar
    pula ekspektasi pelanggan. Ada baiknya untuk lebih bijak dalam memberikan
    ‘janji’ kepada pelanggan.
  3. Mengelola bukti kualitas layanan
    Pengelolahan ini bertujuan untuk memperkuat penilaian pelanggan selama dan
    sesudah layanan disampaikan. Berbeda dengan produk yang bersifat tangible,
    sedangkan layanan merupakan kinerja, maka pelanggan cendrung
    memperhatikan “seperti apa layanan yang akan diberikan” dan “seperti apa
    layanan yang telah diterima”. Sehingga dapat menciptakan persepsi tertentu
    terhadap penyedia layanan di mata konsumen.
  4. Mendidik konsumen tentang layanan
    Upaya mendidik layanan kepada konsumen bertujuan untuk mewujudkan
    proses penyampaian dan pengkonsumsian layanan secara efektif dan efisien.
    Pelanggan akan dapat mengambil keputusan pembelian secara lebih baik dan
    memahami perannya dalam proses penyampaian layanan. Sebagai contoh :
    a. Penyedia layanan memberikan informasi kepada konsumen dalam
    melakukan sendiri layanan tertentu. Seperti mengisi formulir pendaftaran, menggunakan fasilitas teknologi (ATM, Internet banking, dan sebagainya),
    mengisi bensin sendiri (self-service), dan lain-lain.
    b. Penyedia layanan membantu konsumen dalam pemberitahuan kapan
    menggunakan suatu layanan secara lebih mudah dan murah, yaitu sebisa
    mungkin untuk menghindari periode waktu sibuk dan memanfaatkan
    periode di mana layanan tidak terlalu sibuk.
    c. Penyedia layanan menginformasikan konsumen mengenai prosedur atau
    cara penggunaan layanan melalui iklan, brosur, atau staff secara langsung
    mendampingi konsumen saat penggunaan layanan.
    d. Penyedia layanan meningkatkan kualitas layanan dengan cara penjelasan
    kepada konsumen tentang beberapa hal kebijakan yang mungkin akan
    mengecewakan konsumen, misalkan kenaikan harga.
  5. Menumbuhkan budaya kualitas
    Budaya kualitas dapat dikembangkan dalam sebuah perusahaan dengan
    diadakannya komitmen menyeluruh dari semua anggota organisasi dari yang
    teratas hingga terendah. Budaya kualitas terdiri dari filosofi, keyakinan, sikap,
    norma, nilai, tradisi, prosedur, dan harapan yang berkenaan dalam peningkatan
    kualitas. Beberapa faktor yang dapat menghambat namun dapat pula
    memperlancar pengembangan kualitas layanan, yaitu :
    a. Sumber daya manusia, sebagai contoh dalam hal penyeleksian karyawan,
    pelatihan karyawan, deskripsi job desk, dan sebagainya.
    b. Organisasi/ struktur, meliputi intergrasi atau koordinasi antar fungsi dan
    struktur pelaporan.
    c. Pengukuran (measurement), yaitu melakukan evaluasi kinerja dan keluhan
    serta kepuasan konsumen.
    d. Pendukung sistem, yaitu faktor teknologi seperti komputer, sistem,
    database, dan teknis.
    e. Layanan, meliputi pengelolahan keluhan konsumen, alat-alat manajemen,
    alat-alat promosi/ penjualan.
    f. Komunikasi internal, terdiri dari prosedur dan kebijakan dalam operasional.
    g. Komunikasi eksternal, yakni edukasi pelanggan, manajemen ekspektasi
    pelanggan, dan pembentukan citra positif perusahaan.
  6. Menciptakan automating quality
    Otomatisasi berpotensi mengatasi masalah dalam hal kurangnya sumber daya
    manusia yang dimiliki perusahaan. Namun dibutuhkan perhatian dalam aspek-
    aspek sentuhan manusia (high touch) dan elemen-elemen yang memerlukan
    otomatisasi (high tech). Keseimbangan antara kedua hal tersebut sangat
    dibutuhkan untuk menghasilkan kesuksesan penyampaian layanan secara
    efektif dan efisien. Contoh, internet banking, phone banking, dan sejenisnya.
  7. Menindaklanjuti layanan
    Penindaklanjutan layanan diperlukan untuk memperbaiki aspek-aspek layanan
    yang kurang memuaskan dan mempertahankan yang sudah baik. Dalam rangka
    ini, perusahaan perlu melakukan survey terhadap sebagian atau seluruh
    konsumen mengenai layanan yang telah diterima. Sehingga perusahaan dapat
    mengetahui tingkat kualitas layanan perusahaan di mata konsumen.
  8. Mengembangkan sistem informasi kualitas layanan
    Service quality information system adalah sistem yang digunakan oleh
    perusahaan dengan cara melakukan riset data. Data dapat berupa hasil dari
    masa lalu, kuantitaif dan kualitatif, internal dan eksternal, serta informasi
    mengenai perusahaan, pelanggan, dan pesaing. Bertujuan untuk memahami
    suara konsumen (consumen’s voice) mengenai ekspektasi dan persepsi
    konsumen terhadap layanan yang diberikan perusahaan. Sehingga perusahaan
    dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan berdasarkan sudut
    pandang konsumen