Menurut Kotler (1997:64), ada enam tingkatan pengertian merek, yaitu:
a. Atribut
Setiap merek memiliki atribut, atribut ini perlu dikelola dan diciptakan agar
konsumen dapat mengetahui dengan pasti atribut-atribut apa saja yang
terkandung dalam suatu merek.
b. Manfaat
Suatu merek lebih daripada fungsi serangkaian atribut, konsumen membeli
barang/jasa karena ada manfaatnya,
c. Nilai
Merek menyatakan sesuatu tentang nilai bagi produsen, merek yang memiliki
nilai tinggi akan dihargai oleh konsumen karena dapat mencerminkan siapa
pengguna merek tersebut.
d. Budaya
Merek mewakili budaya tertentu yang terkesan terkenal, efisien, selalu
membeli barang berkualitas tinggi dan sebagainya.
e. Kepribadian
Merek mencerminkan kepribadian dari pemakainya.
f. Pemakai
Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan
produk tersebut.
Dalam enam tingkatan tersebut, pemasar harus menentukan pada tingkat
mana akan menanamkan identitas merek ke dalam pikiran konsumen
