Tahapan Audit Laporan Keuangan


Prosedur pelaksanaan audit laporan keuangan menurut Mulyadi (2002),
dibagi menjadi empat tahap:

  1. Penerimaan perikatan audit
  2. Perencanaan audit
  3. Pelaksanaan pengujian audit
  4. Pelaporan audit
    Tahapan-tahapan audit tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
  5. Penerimaan perikatan audit, langkah awal pekerjaan audit
    laporan keuangan adalah pengambilan keputusan untuk
    menerima atau menolak perikatan audit dari calon klien atau
    untuk melanjutkan atau menghentikan perikatan audit dari klien.
    Tahap penerimaan perikatan audit yang dilakukan auditor
    menempuh suatu proses yang meliputi evaluasi integritas
    manajemen, identifikasi keadaan khusus dan risiko luar biasa,
    menentukan kompetensi untuk melaksanakan audit, menilai
    independensi, menentukan kemampuan untuk menggunakan
    kemahiran profesionalnya dengan kecermatan dan
    keseksamaan, serta membuat surat perikatan audit.
  6. Perencanaan Audit, keberhasilan penyelesaian perikatan audit
    sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat
    auditor. Dalam perencanaan audit, seorang auditor dituntut
    untuk memahami bisnis dan industri klien, serta memahami
    pengendalian intern klien.
  7. Pelaksanaan pengujian audit, pada langkah pelaksanaan
    pengujian audit ini disebut juga dengan pekerjaan lapangan.
    Tujuan utama pelaksanaan pengujian audit untuk memperoleh
    bukti audit tentang efektivitas pengendalian intern klien dan
    kewajaran laporan keuangan klien. Dalam tahap ini, langkah
    awal yang dilakukan auditor adalah membuat program audit
    yang digunakan untuk pengujian pengujian pengendalian intern
    klien dan menilai kewajaran laporan keuangan klien. Setelah
    program audit selesai dilaksanakan, auditor melakukan evaluasi
    dan menilai hasil dari pelaksanaan program audit tersebut yang
    dituangkan dalam kertas kerja.
  8. Pelaporan Audit, Pada langkah akhir pekerjaan audit atas
    laporan keuangan berupa pelaporan audit, terdapat dua tahap
    penting:
    1). Menyelesaikan audit dengan meringkas semua hasil
    pengujian dan menarik simpulan,
    2). menerbitkan laporan audit. Dari hasil pelaksanaan
    pengujian audit yang berupa kertas kerja tersebut, auditor
    menarik simpulan secara menyeluruh dan memberikan
    pendapat atas kewajaran laporan keuangan auditan. Proses
    ini sangat subyektif sifatnya, yang sangat tergantung pada
    pertimbangan profesional auditor.