Teori Marketing Mix


Secara harfiah atau tata bahasa sederhana dapat ditarik secara garis
besar yaitu marketing adalah pemasaran, sedangkan mix adalah campuran
atau bauran. Sehingga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebut
dengan bauran pemasaran. Menurut (Armstrong, G., Kotler, P., Harker, M.,
& Brennan, 2021:64) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah alat
pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya
dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran sendiri mempunyai empat elemen
yaitu: produk, harga, promosi, dan distribusi. Semua perusahaan terus
berusaha untuk bertahan, berkembang dan mampu bersaing. Maka dari itu
setiap perusahaan selalu menetapkan strategi pemasarannya, karena kegiatan
pemasaran yang dilakukan tersebut diarahkan untuk mencapai tujuan dari
pemasaran perusahaan yang dapat mempengaruhi tingkat pertambahan laba
yang diperoleh perusahaan dalam jangka panjang serta market share tertentu.
Salah satu unsur dalam kegiatan pemasaran terpadu adalah bauran pemasaran
(marketing mix) karena strategi pemasaran ini adalah yang paling banyak
diterapkan di perusahaan. Dari definisi-definisi di atas dapat diartikan bahwa
marketing mix merupakan variabel terkendali yang bisa digabungkan untuk
mencapai tujuan yang diharapkan dari pasar sasaran. Variabel- variabel
marketing mix tersebut adalah :

  1. Product (produk)
    Produk adalah elemen penting dari program pemasaran
    perushaan. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke
    pasar untuk mendapatkan perhatikan, akuisis, penggunaan atau
    konsumsi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
    Strategi produk ini dapat mempengaruhi strategi pemasaran yang
    lainnya. Konsumen membeli sebuah produk bukan hanya karena
    sekedar ingin memiliki produk tersebut tetapi juga untuk memenuhi
    kebutuhan serta keinginan konsumen.
  2. Price (harga)
    Harga adalah jumlah uang yang harus dibayarkan oleh
    konsumen untuk membeli atau memiliki produk yang diinginkan.
    Harga adalah satu-satunya alat bauran pemasaran yang digunakan
    oleh perusahaan untuk mencapai pemasaran yang diinginkan. Dalam
    memutuskan penentuan harga, maka pihak perusahaan harus
    mengkoordinasikan dengan rancangan produk, distribusi dan
    promosi sehingga bisa membentuk strategi pemasaran yang efektif.
  3. Place (tempat)
    Place yang dalam bahasa Indonesia berarti sebagai tempat.
    Place dalam strategi pemasaran memiliki tiga dimensi sudut
    pandang. Pertama, secara fisik dapat dimaknai sebagai sebuah
    tempat. Tempat atau lokasi bermukimnya sebuah kantor atau
    perusahaan. Sisi strategis sebuah tempat menjadi satu pertimbangan
    penting bagi perusahaan dimana hal ini sebagai penentuan titik
    lokasi yang mudah atau justru jauh untuk diakses oleh pihak – pihak
    terkait. Kedua, secara non fisik dapat dimaknai sebagai suasana
    sebuah tempat yang nyaman, bersih dan teratur, sehingga siapa pun
    yang berada di tempat tersebut dapat menikmati suasana yang
    sesuai. Kenyamanan merupakan poin penting yang perlu digaris
    bawahi. Kenyamanan dapat berasal dari kantor yang bersih, rapi dan
    memiliki kualitas pelayanan yang baik. Ketiga, dapat dimaknai
    sebagai suatu saluran distribusi yaitu aktivitas mendistrbusikan atau
    mengirimkan produk sampai ke konsumen secara tepat waktu.
    Perusahaan dapat menentukan distribusi produk mereka melalui
    distributor, yang akan mendistribusikan produk ke perantara dan
    subkontraktor dan meneruskan produk ke pengecer (retailer) yang
    akan menjual produk tersebut kepada konsumen. Saluran distribusi
    dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu saluran distribusi langsung
    dan saluran distribusi tidak langsung.
  4. Promotion (promosi)
    Promosi adalah salah satu elemen pemasaran, yang mengacu
    pada kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk
    menginformasikan kepada konsumen tentang manfaat dan
    keunggulan kualitas produk dan jasa yang mereka hasilkan. Selain
    itu, kegiatan promosi yang tepat juga diharapkan bisa
    mempertahankan atau menambah brand produk tersebut di
    masyarakat