Langkah – Langkah Mengembangkan Promosi Efektif


Menurut Kotler dan Armstrong (2019;123) langkah – langkah
mengembangkan promosi yang efektif terdiri dari empat langkah yaitu sebagai
berikut :

  1. Mengidentifikasi Pelanggan Sasaran
    Prosedur dimulai dengan identifikasi target pelanggan tertentu. Pembeli
    potensial, pengguna saat ini, dan pembeli yang dapat memberikan dampak
    positif bagi perusahaan semuanya adalah pelanggan sasaran yang jelas.
    Keputusan perusahaan tentang apa yang harus disampaikan, bagaimana
    menyampaikannya, di mana menyampaikannya, dan kapan harus
    menyampaikannya akan dipengaruhi oleh pelanggan sasaran.
  2. Menentukan Tujuan Komunikasi
    Perusahaan harus mencari respon pembelian setelah mengidentifikasi
    pelanggan sasaran. Pembelian adalah hasil dari proses pengambilan keputusan
    yang panjang di pihak konsumen. Pelanggan biasanya melalui tahap-tahap
    berikut saat melakukan pembelian: kesadaran, pengetahuan, kesukaan,
    preferensi, kepercayaan, dan pembelian.
    Pelanggan sasaran mungkin tidak sepenuhnya mengetahui produk yang
    ditawarkan, mungkin hanya mengetahui namanya, atau mungkin hanya
    mengetahui beberapa detail tentang produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
    Pertama dan terpenting, bisnis harus meningkatkan kesadaran dan
    pengetahuan pelanggan. Setelah pelanggan mengetahui tentang produk,
    perusahaan harus menggunakan kombinasi alat bauran promosi untuk
    mendorong pelanggan agar lebih menyukai produk yang ditawarkan dengan
    menciptakan perasaan positif dan rasa percaya diri terhadap produk yang
    ditawarkan.
    Akhirnya, meskipun pelanggan sasaran mungkin yakin akan produk yang
    ditawarkan, dia mungkin ragu-ragu untuk melakukan pembelian karena
    mereka menginginkan lebih banyak informasi atau sedang menunggu ekonomi
    membaik. Perusahaan harus mengarahkan konsumen untuk melakukan tahap
    akhir yaitu memberikan penawaran harga promosi khusus atau premi.
  3. Merancang Komunikasi
    Merancang komunikasi untuk mencapai respons yang diinginkan
    memerlukan tiga masalah: apa yang harus dikatakan (strategi pesan),
    bagaimana mengatakannya (strategi kreatif), dan siapa yang mengatakannya
    (sumber pesan) (sumber pesan). Berikut adalah tiga masalah Kotler dan
    Armstrong (2019: 125):
    a. Strategi pesan: pihak manajemen harus mencari tahu daya tarik, ide,
    ataupun tema yang terkait dengan positioning merek atau produk dan juga
    menentukan titik perbedaan dari pesaing.”
    b. Strategi kreatif: efektivitas promosi atau komunikasi pemasaran
    bergantung pada bagaimana pesan tersebut disampaikan dan juga
    bagaimana kandungan pesan tersebut. Jika promosi atau komunikasi
    pemasaran tersebut tidak efektif, berarti pesan yang disampaikan beserta
    kandungan pesan tersebut buruk.”
    c. Sumber pesan: banyak promosi atau komunikasi pemasaran tidak
    menggunakan sumber dari luar perusahaan. Promosi atau komunikasi
    pemasaran baiknya menggunakan orang yang sudah dikenal banyak orang
    seperti selebriti, karena pesan yang dihantarkan oleh sumber yang terkenal
    dan terpercaya dapat menarik lebih banyak perhatian.”
  4. Memilih Saluran Komunikasi
    Terdapat dua jenis saluran komunikasi menurut Kotler dan Armstrong
    (2019:128). “Pertama, saluran komunikasi pribadi. Saluran dimana dua orang
    atau lebih berkomunikasi langsung satu sama lain diantaranya berkomunikasi
    tatap muka, melalui telepon, atau e-mail. Beberapa saluran komunikasi pribadi
    dikendalikan langsung oleh perusahaan, tetapi komunikasi pribadi lain
    mengenai produk mungkin menjangkau pembeli dengan saluran yang tidak
    dikendalikan langsung oleh perusahaan.
    Saluran komunikasi pribadi yang tidak dikendalikan langsung oleh
    perusahaan dikenal sebagai pengaruh berita mulut ke mulut. Pengaruh berita
    mulut ke mulut merupakan komunikasi pribadi mengenai sebuah produk
    antara pembeli sasaran dan tetangga, teman – teman, dan anggota keluarga”.
    Kedua, saluran komunikasi non pribadi. “Komunikasi yang diarahkan ke lebih
    dari satu orang dan meliputi media, promosi penjualan, acara dan pengalaman,
    serta hubungan masyarakat. Sebagian besar pertumbuhan saluran komunikasi
    non pribadi terjadi melalui acara dan pengalaman, dimana perusahaan dapat
    membangun citra mereknya dengan menciptakan atau mensponsori acara.
    Semakin banyak penggunaan acara untuk menarik perhatian merupakan
    respon terhadap fragmentasi media (Kotler dan Armstrong, 2019:128)”