Karakteristik Jasa


Menurut Kotler yang dikutip Ratih Hurriyati, jasa memiliki empat
karakteristik atau ciri utama yang sangat mempengaruhi rancangan program
pemasaran, yaitu:
a. Tidak berwujud. Hal ini menyebabkan konsumen tidak dapat melihat,
mencium, meraba, mendengar dan merasakan hasilnya sebelum mereka
membelinya. Untuk mengurangi keridakpastian, konsumen akan mencari
informasi tentang jasa tersebut, seperti lokasi perusahaan, para penyedia dan
penyalur jasa, peralatan dan alat komunikasi yang digunakan serta harga
produk jasa tersebut.
b. Tidak terpisahkan (inseparability). Jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya,
yaitu perusahaan jasa yang menghasilkannya. Jasa di produksi dan dikonsumsi
pada saat bersamaan.
c. Bervariasi (variability). Jasa yang diberikan sering kali berubah – ubah
tergantung dari siapa yang menyajikannya, kapan dan dimana penyajian jasa
tersebut dilakukan.
d. Mudah musnah (perishability) jasa tidak dapat disimpan atau mudah musnah
sehingga tidak dapat dijual pada masa yang akan datang (2005:28).
Sedangkan menurut Griffin yang dikutip Rambat Lupiyoadi, karakteristik
jasa terbagi menjadi tiga, yaitu:
a. Intangibility (tidak berwujud). Jasa tidak dapat dilihat, dirasa, didengar, atau
dicium sebelum jasa itu dibeli. Nilai terpenting dari hal ini adalah nilai tak
berwujud yang dialami konsumen dalam bentuk kenikmatan, kepuasan, atau
rasa aman.
b. Unstorability (tidak dapat disimpan). Jasa tidak mengenal persediaan atau
penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan. Karakteristik ini disebut juga
inseparability (tidak dapat dipisahkan) mengingat pada umumnya jasa
dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.
c. Customization (kustomisasi). Jasa sering kali didesain khusus untuk kebutuhan
pelanggan, misalnya pada jasa asuransi dan kesehatan (2013:7)