Produk (Product)


Pengertian produk ( product ) menurut Kotler & Armstrong (1997) adalah segala
sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian,
dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau
kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari
produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai
tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen,
sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang
dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Produk dipandang penting
oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Sedangkan
Tjiptono (2008) mengungkapkan bahwa produk adalah pemahaman subyektif dari
produsen atas sesuatu sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen. Tingkatan Produk menurut Kotler & Armstrong (1997 ) dalam
merencanakan produk atau apa yang hendak ditawarkan ke pasar, para pemasar
perlu berpikir melalui lima tingkatan produk dalam merencanakan penawaran
pasar. Lima tingkatan produk tersebut terdiri dari:
a. Manfaat Inti (core benefit) Yaitu jasa atau manfaat fundamental yang benar-
benar di beli oleh pelanggan. Misal: kasus hotel, dimana tamu hotel
membeli “istirahat dan tidur”.
b. Produk dasar (basic product). Para pemasar harus mengubah manfaat inti
menjadi produk generik (generic product), yaitu versi dasar dari produk
tersebut. Dengan demikian sebuah hotel akan terdiri dari gedung dengan
kamar-kamar yang disewakan.
c. Produk yang diharapkan (expected product). Sekumpulan atribut dan
kondisi yang biasanya diharapkan dan disetujui oleh pembeli ketika mereka
membeli produk tersebut. Misal: tamu hotel mengharapkan ranjang yang
bersih, sabun dan handuk, lemari pakaian, dan suasana yang tenang.
d. Produk yang ditingkatkan (augmented product). Layanan dan manfaat
tambahan yang membedakan penawaran perusahaan dari penawaran
pesaing. Misal: sebuah hotel dapat melengkapi produknya dengan
menambahkan seperangkat televisi, shampo, pemesan kamar yang cepat,
makan malam yang lezat.
e. Produk yang potensial (potensial product). Mencakup semua peningkatan
dan transformasi yang akhirnya akan dialami produk tersebut dimasa depan.
Klasifikasi produk bisa dilakukan atas berbagai macam sudut pandang.
Berdasarkan daya tahan atau berwujud tidaknya, produk diklasifikasikan ke
dalam tiga kelompok Tjiptono (2008) yaitu:
1) Barang tidak tahan lama ( No durable Goods).
Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis
di konsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian.
2) Barang tahan lama (Durable Goods)
Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa
bertahan lama dengan banyak perusahaan.
3) Jasa (Service)
Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan
untuk dijual