Metode penetapan harga secara garis besar dapat dikelompokan
menjadi empat kategori utama, yaitu metode penetapan harga berbasis
permintaan, berbasis biaya, berbasis laba, dan berbasis persaingan. Menurut
Kotler dan Keller yang dialih bahasakan oleh Bob Sabran (2014:77) yang
menjelaskan metode metode penetapan harga sebagai berikut :
a. Metode penetapan harga berbasis permintaan adalah suatu metode yang
menekankan pada faktor-faktor yang mempengaruhi selera dan referensi
pelanggan dari faktor-faktor seperti biaya, laba, dan persaingan.
Permintaan pelanggan sendiri didasarkan pada berbagai pertimbangan,
diantaranya yaitu :
1) Kemampuan para pelanggan untuk membeli (daya beli).
2) Kemauan pelanggan untuk membeli.
3) Suatu produk dalam gaya hidup pelanggan, yakni menyangkut apakah
produk tersebut merupakan simbol status atau hanya produk yang
digunakan sehari-hari.
4) Manfaat yang dapat diberikan produk tersebut pada pelanggan.
5) Harga produk-produk substitusi.
6) Pasar potensial bagi produk tersebut.
7) Perilaku konsumen secara umum.
b. Metode penetapan harga berbasis biaya faktor penentu harga dalam
metode ini yang utama adalah aspek penawaran atau biaya bukan aspek
permintaan. Harga ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran
yang ditambah dengan jumlah tertentu sehingga dapat menutupi biaya-
biaya langsung, biaya overhead dan laba.
c. Metode penetapan harga berbasis laba metode ini berusaha
menyeimbangkan pendapatan dan biaya dalam penetapan harganya. Upaya
ini dapat dilakukan atas dasar target volume laba spesifik atau dinyatakan
dalam bentuk presentase terhadap penjualan atau investasi.
d. Metode penetapan harga berbasis persaingan selain berdasarkan pada
pertimbangan biaya, permintaan atau laba, harga juga dapat ditetapkan atas
dasar persaingan, yaitu apa yang dilakukan pesaing. Metode penetapan
harga berbasis persaingan terdiri dari customary pricing; above at, or
below market pricing; loss leader pricing dan sealed bid
