Manajemen strategis adalah seni dan ilmu untuk pembuatan (formulating),
penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusan–keputusan
strategis antar fungsi yang memungkinkan sebuah perusahaan mencapai tujuan di
masa yang akan datang (Umar, 2001:7). Namun untuk saat ini konsep strategi
mengalami perkembangan, menurut (Andrew dan Chaffe diacu dalam (Umar
2001:9) strategi merupakan kekuatan motivasi untuk stakeholder baik secara
langsung maupun tidak langsung menerima keuntungan atau biaya yang
ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan. Proses manajemen strategis
berusaha mengorganisasikan informasi kuantitatif dengan cara yang
memungkinkan keputusan efektif diambil dalam kondisi tidak menentu.
Menurut David (2009:5), manajemen strategis merupakan seni dan
pengetahuan untuk menformulasikan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi
keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai tujuannya.
Manajemen strategis akan membantu perusahaan dalam melihat ancaman dan
peluang di masa yang akan datang, sehingga memungkinkan organisasi untuk
dapat mengantisipasi kondisi yang selalu berubah. Selain itu, manajemen strategis
juga menyediakan sasaran serta arah yang jelas bagi masa depan perusahaan,
sehingga perusahaan yang mengembangkan sistem manajemen strategis
mempunyai kemungkinan tingkat keberhasilan lebih besar daripada yang tidak
menggunakan sistem ini.
Menurut Aviantoro (2009) Manajemen Strategi sebagai suatu kerangka
kerja (Frame Work) Untuk menyelesaikan setiap masalah strategis didalam
perusahaan, terutama yang berkaitan dengan persaingan, maka para manajer
diajak untuk berpikir lebih banyak alternative yang dibangun dari suatu analisa
yang lebih teliti akan lebih menjajnjikan suatu hasil yang menguntungkan.
Ada beberapa manfaat yang diperoleh organisasi jika mereka menerapkan
manajemen Strategik, yaitu:
a.Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
b.Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
c.Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif.
d.Mengidentifikasi keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkugan
yang semakin beresiko.
e.Aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan
untuk mencegah munculnya masalah dimasa datang.
f.Keterlibatan karyawan dalam pembuatan strategi akan lebih memotivasi
mereka pada tahap pelaksanaannya.
g.Aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi.
h.keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi
