Model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dikembangkan oleh kelompok
perusahaan yang bergabung dalam Supply Chain Council (SCC). SCOR merupakan kerangka
untuk menggambarkan aktivitas bisnis antar komponen rantai pasok mulai dari suppliers sampai
ke customer. Konsep ini mengintegrasikan antara tiga elemen pokok dalam manajemen yaitu
business process reengineering, benchmarking, dan process measurement ke dalam kerangka
fungsi dalam supply chain (Ulfah, 2018).
Model Green SCOR merupakan hasil pengembangan dari model SCOR yang telah ada.
Model Green SCOR ini menambahkan beberapa pertimbangan yang terkait dengan lingkungan
didalamnya. Dengan begitu model ini dijadikan alat untuk mengelola dampak lingkungan dari
suatu rantai pasok. Tujuannya untuk menciptakan suatu analisis yang nantinya memberikan
gambaran akan hubungan dari fungsi rantai pasokan dengan aspek lingkungan agar tercipta
peningkatan kinerja manajemen diantara keduanya (Taylor, 2003)
Kesadaran akan pentingnya peran dari semua pihak untuk menciptakan produk yang
murah, berkualitas dan cepat inilah yang awalnya melahirkan sebuah konsep baru di tahun 1990-
an yaitu mengenai Supply chain. Menurut Harrison (2008) Supply chain adalah jaringan mitra
yang secara kolektif mengubah komoditas dasar (dihulu) kedalam produk jadi (dihilir) yang
bernilai bagi pelanggan akhir dan yang mengelola kembali dimasing-masing tahap.
Menurut Pujawan (2010) Supply chain merupakan jaringan perusahaan-perusahaan yang
secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan
pemakai akhir
