Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Menggunakan Model SCOR


Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model merupakan suatu model
konseptual yang dikembangkan oleh Supply Chain Council (SCC), sebuah
organisasi non-profit independent dengan kerangka kerja, perbaikan metodologi,
dan benchmarking tools untuk membantu anggota organisasi dan melakukan
perbaikan dalam kinerja rantai pasok. Keanggotaan terbuka untuk semua
perusahaan dan organisasi yang tertarik untuk mendaftar dan memajukan sistem
SCM. Model SCOR menyediakan kerangka kerja unik yang menghubungkan
proses bisnis, metrik, praktik terbaik dan fitur teknologi menjadi sebuah kesatuan
struktur untuk mendukung komunikasi#di antara mitra rantai pasok untuk
meningkatkan efektivitas manajemen rantai pasokan yang terkait dalam kegiatan
perbaikan rantai pasokan Supply Chain Council (2010). SCC didirikan pada tahun
1996 dan diprakarsai oleh beberapa organisasi/perusahaan seperti Bayer, Compaq,
Procter & Gamble, Lockheed Martin, Nortel, Rockwell Semiconductor, Texas
Instruments, 3M, Cargill, Pittglio, Rabin, Todd,&McGrath (PRTM), dan AMR
(Advanced Manufacturing Research) yang beranggotakan 69 orang sukarelawan
terdiri dari para praktisi dunia industri dan para peneliti Bolstorff (2003).
Kelebihan SCOR Model sebagai Process Reference Model (PRM) adalah
kemampuannya#untuk mengintegrasikan Business Process Reengineering (BPR),
benchmarking dan Best Practice Analyze (BPA) ke dalam kerangka kerja rantai
pasok Supply Chain Council (2010)