Pengukuran kinerja rantai pasok tidak hanya berkaitan dengan satu
departemen atau satu fungsional saja, akan tetapi harus mengintegrasikan seluruh
area yang relavan yaitu melibatkan R&D, produksi, marketing, logistik dan jasa
pelayanan. Integrasi rantai pasok dibutuhkan untuk mengatur dan mengontrol
aliran atau flow sistem operasisional lantai produksi dan jasa pelayanan.
Jika melihat secara keseluruhan dalam perspektif supply chain dimana tujuan
akhir dari pengukuran kinerja tidak hanya kesuksesan dari satu internal business
saja melainkan kesuksesan keseluruhan rantai pasoknya. Kemampuan untuk
mengukur kinerja dalam operasional penting untuk melakukan perbaikan dan
organisasi atau perusahaan memiliki kemampuan dan usaha yang kers untuk
menambah kapasitas dari sistem pengukuran performance dari tahun-tahun
sebelumnya. Menurut Pujawan (2010) salah satu aspek fundamental dalam supply
chain management adalah manajemen kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan.
Untuk menciptakan manajemen kinerja yang efektif diperlukan sistem
pengukuran yang mampu mengevaluasi kinerja supply chain secara holistik.
Sistem pengukuran kinerja diperlukan untuk:
a. Melakukan monitoring dan pengendalian
b. Mengkomunikasikan tujuan organisasi ke fungsi-fungsi pada supply chain
c. Mengetahui di mana posisi suatu organisasi relatif terhadap pesaing maupun
terhadap tujuan yang hendak dicapai
d. Menentukan arah perbaikan untuk menciptakan keunggulan dalam bersaing.
