Supply Chain Management adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk
mengintegrasikan supplier, manufacturer, warehouse, dan store secara efisien
sehingga barang yang diproduksi dan didistribusikan dalam jumlah yang
tepat, ke lokasi yang tepat dan pada waktu yang tepat, dalam rangka
meminimalkan biaya systemwide dengan memperhatikan tingkat pelayanan
untuk memuaskan pelanggan (Bahauddin dkk., 2015). Menurut Anatan &
Ellitan (2008) manajemen rantai pasokan merupakan strategi alternatif yang
memberikan solusi dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan untuk
mencapai keunggulan kompetitif melalui pengurangan biaya operasi dan
perbaikan pelayanan konsumen dan kepuasan konsumen. Manajemen rantai
pasokan menawarkan suatu mekanisme yang mengatur proses bisnis,
meningkatkan produktivitas, dan mengurangi biaya operasional perusahaan.
Fungsi supply chain management tidak hanya terbatas pada kegiatan fisik
seperti memproduksi dan mengangkut barang dari sutu tempat ke tempat lain,
namun juga fungsi – fungsi non-fisik seperti membuat perencanaan,
melakukan riset pasar, dan sebagainya (Pujawan & Mahendrawathi, 2010).
Marshal Fisher, seorang professor di Wharton School, the University Of
Pennsylvania, membuat klasifikasi kegiatan pada supply chain menjadi dua
yakni kegiatan mediasi pasar dan kegiatan fisik.
