Distribusi bermanfaaat untuk menciptakan nilai guna tersebut yang pada
prinsipnya fungsi distribusi dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok Swastha
dalam Kodrat (2009:25) yaitu: (1) fungsi pertukaran, (2) fungsi penyediaan fisik
dan (3) fungsi penunjang. Mengfungsikan saluran distribusi dan mengelola pada
jalur pemasaran sangatlah krusial karena menentukan bagaimana produk tersedia
bagi para pelanggan sebagai pengguna akhir. Pekerjaan ini biasanya lekat dengan
tiga indikator yaitu: spreading, coverage dan penetration. Bila fungsi distribusi
ini dilakukan dengan baik maka jaminanya adalah produk akan tersedia dengan
baik di pelanggan dan akan mendominasi pasar. Sehingga pihak prinsipal
menuntut distributor untuk melakukan pemerataan produk namun effort untuk
pemerataan cukup besar yang berarti high cost. Dominasi pasar pratikal dan
operational issues dilakukan dengan cara membuat merek diterima para penyalur
dan pengecer sepanjang saluran distribusi (Kodrat, 2009:43). Fungsi saluran
distribusi menggerakan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Mereka
memecahkan kesenjangan utama seperti waktu, tempat, pemilikan yang
memisahkan barang dan jasa dari mereka yang ingin menggunakannya (Kotler
dan Amstrong 2001:8).
