Supply chain management menekankan pada penekanan lebih pada bagaimana
perusahaan memenuhi permintaan konsumen tidak hanya sekedar menyediakan
barang. supply chain management merupakan proses penciptaan nilai tambah
barang dan jasa yang berfokus pada efisiensi dan efektifitas dari persediaan,
aliran kas dan aliran informasi. Aliran informasi merupakan aliran terpenting
dalam pengelolaan rantai pasokan kareana dengan adanya informasi maka pihak
pemasok dapat menjamin ketersediaan material lebih tepat waktu, memenuhi
permintaan konsumen lebih tepat waktu, memenuhi permintaan konsumen lebih
cepat dengan kuantitas yang tepat sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan
kinerja rantai pasok secara keseluruhan (Anatan dan Ellitan, 2008:98).
Tujuan utama membangun supply chain management untuk memperkuat
hubungan baik antara manufaktur dengan pemasok dan saluran distribusinya.
Artinya manufaktur perlu menyertakan mereka baik dalam resiko ataupun
peluang bisnis dengan pembagian responbility sebagai sesama produsen. Maka
dengan supply chain management perusahaan akan lebih responsif dan
kapabilitasnya memungkinkan untuk memenuhi permintaan konsumen. Supply
chain management tidak dapat berjalan secara terpisah, tetapi harus merupakan
suaatu kesatuan sehingga akan menghasilkan sinergi. Rantai pasokan yang
terpenting adalah saling berbagi informasi, oleh karena itu dalam aliran material,
aliran informasi merupakan keseluruhan elemen dalam supply chain yang perlu
diintegrasikan (Anatan dan Ellitan, 2008:98).
