Definisi Supply Chain Management


Supply chain management adalah hubungan timbal balik antara penyedia dan
pelanggan untuk menyampaikan nilai-nilai yang sangat optimal kepada
pelanggan dengan biaya yang cukup rendah namun memberikan keuntungan
supply chain secara menyeluruh (Christopher, 2011:4). Fokus dari SCM adalah
manajemen hubungan untuk menciptakan hasil dan keuntungan optimal bagi
seluruh pihak yang terdapat dalam mata rantai supply chain management. Inovasi
bisnis yang semakin berkembang dewasa ini menggambarkan supply chain
management secara lebih luas lagi dari sekedar mata rantai tapi juga sebagai
sebuah jaringan. Aitken dalam Ballou (2004:6) supply chain management adalah
jaringan dari organisasi–organisasi yang saling berhubungan dan saling
membutuhkan satu sama lain dan mereka bekerjasama untuk mengatur,
mengawasi dan meningkatkan arus komoditi dan informasi semenjak dari tititk
supplier hingga ke end user.
Menurut Heyzer dan Render (2011:451), Supply chain managemnt yang
mengikuti konsep supply chain managemnt yang benar dan baik akan dapat
memberikan dampak peningkatan keunggulan kompetitif terhadap produk
maupun pada sistem rantai pasokan yang dibangun perusahaan tersebut. Lebih
lanjut Heyzer dan Render (2011:453) menyatakan bahwa, perusahaan perlu
mempertimbangkan masalah rantai pasokan untuk memastikan bahwa rantai
pasokan mendukung strategi perusahaan. Hal tersebut didukung oleh pendapat
Chopra and Meindl (2007:7) bahwa, desain rantai pasokan, perencanaan, dan
keputusan operasi memberikan peranan yang penting dalam menentukan
keberhasilan atau kegagalan sebuah organisasi.
Supply chain management sebenarnya sudah dikenal sejak beberapa tahun yang
lalu dan terintegrasi dengan logistik. Supply chain management menegaskan
interaksi antar fungsi pemasaran, produksi pada suatu perusahaan. Memanfaatkan
kesempatan untuk meningkatkan pelayanan dan penurunan biaya dapat dilakukan
melalui koordinasi dan kerjasama antara pengadaan bahan baku dan
pendistribisiannya. Hal ini terkait dengan kegiatan rantai pasokan yang secara
tidak langsung terkontrol dari kegiatan logistik. Saat ini tidak dapat dipungkiri
bahwa perusahaan besar maupun kecil pasti melakukan kegiatan logistik, baik
logistik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan. Saluran persediaan
bahan baku sampai penyaluran barang jadi, sangat membutuhkan logistik
(Siagian, 2005:6).