Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja Fisik


Sedarmayanti (2009: 21) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi bentuk suatu kondisi
lingkungan kerja dikaitakan dengan kemampuan pegawainya diantaranya :

  1. Penerangan/cahaya ditempat kerja
    Cahaya atau penerangan sangat besar manfaat bagi karyawan, guna mendapat keselamatan
    dan kelancaran kerja. Oleh sebab itu perlu diperhatikan (cahaya) yang terang tapi tidak
    menyilaukan. Cahaya yang kurang jelas, sehingga pekerjaan akan melambat. Banyak
    mengalami kesalahan, dan pada akhirnya menyebabkan kurang efisien dalam melaksanakan
    pekerjaan, sehingga tujuan organisasi sulit dicapai.
  2. Temperatur/Suhu udara di tempat kerja
    Dalam keadaan normal, tiap anggota tubuh manusia mempunyai temperature berbeda. Tubuh
    manusia selalu berusaha mempertahankan keadaan normal, dengan suatu sistem tubuh yang
    sempurna sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi diluar tubuh.
    Tetapi kemampuan untuk menyesuaikan diri tersebut ada batasannya, yaitu bahwa tubuh
    manusia masih dapat menyesuaikan diri dengan temperatur luar tubuh tidak lebih dari 20%
    untuk kondisi panas dan 35% untuk kondisi dingin, dari keadaan normal tubuh.
  3. Kelembaban ditempat
    Kelembaban adalah banyaknya air terkandung dalam udara, biasa dinyatakan dalam
    persentase. Kelembaban ini berhubung atau dipengaruhi oleh temperature udara, dan secara
    bersama-sama antara temperature, kelembaban, kecepatan udara bergerak dan panas dari
    udara tersebut mepengaruhi keadaan tubuh manusia selalu berusaha untuk mencapai
    keseimbangan antar panas tubuh dengan suhu disekitarnya.
  4. Sirkulasi udara ditempat kerja
    Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk menjaga kelangsungan
    hidup, proses metabolisme. Udara disekitar dikatakan kotor apabila kadar oksigen, dalam
    udara telah berkurang dan telah bercampur dengan gas atau bau-bauan yang berbahaya bagi
    kesehatan tubuh. Sumber utama adanya segar adalah adanya taman di sekitar tempat kerja.
    Tanaman merupakan penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Dengan cukup
    oksigen disekitar tempat kerja, ditambah dengan pengaruh secara psikologis akibat adanya
    tanaman disekitar tempat kerja, keduanya akan memberikan kesejukan dan kesegaran pada
    jasmani. Rasa sejuk dan segar selama bekerja akan membantu mempercepat pemulihan tubuh
    akibat lelah setelah bekerja.
  5. Kebisingan ditempat kerja
    Salah satu polusi yang cukup menyibukan untuk para pakar untuk mengatasinya adalah
    kebisingan, yaitu bunyi yang tidak dikehendaki oleh telinga. Tidak dikehendaki, kerena dalam
    jangka panjang bunyi tersebut dapat mengganggu ketenangan bekerja, merusak pendengaran,
    dan menimbulkan kesalahan komunikasi, bahkan menurut penelitian, kebisingan bisa
    menyebabkan kematian, karena pekerjaan membutuhkan konsentrasi, maka suara bising
    hendaknya dihindari agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan dengan efisien sehingga
    produktivitas kerja meningkat.
  6. Geraran Mekanis di tempat kerja
    Getaran mekanis artinya geraran yang ditimbulkan oleh alat mekanis, yaitu sebagian dari
    getaran ini sampai ke tubuh karyawan dan dapat menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.
    Getaran mekanis pada umumnya sangat menggangu tubuh karena teraturnya, baik tidak
    teratur dalam insensitas maupun frekwensinya. Secara umum getaran mekanis dapat
    mengganggu konsentrasi bekerja, mengakibatkan kelelahan dan timbul beberapa penyakit
    seperti penyakit mata, syaraf, peredaran darah, otot, tulang, dan lain-lain.
  7. Bau-bauan di tempat kerja
    Adanya bau-buan ditempat kerja dapat dianggap sebagai pencemaran, karena dapat
    mengganggu konsentrasi bekerja, dan bau-bauan yang terjadi terus menerut dapat
    mempengaruhi kepekaan penciuman. Pemakaian air condition atau AC yang tepat merupakan
    salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghilangakan bau-bauan yang mengganggu
    disekitar tempat kerja.
  8. Tata warna ditempat kerja
    Menata warna di tempat kerja perlu dipelajari dan direncanakan dengan sebaik-baiknya. Pada
    kenyataan tata warna dapat dipisahkan dengan penataan dekorasi. Hal ini dapat dimaklumi
    karena warna mempunyai pengaruh besar terhadap perasaan. Sifat dan pengaruh warna
    kadang-kadang menimbulkan rasa senang, sedih, dan lain-lain, karena sifat warna dapat
    merang perasaan manusia.
  9. Dekorasi di tempat kerja
    Dekorasi ada hubungannya dengan tata warna yang baik, karena itu dekorasi tadak hanya
    berkaitan juga dengan cara mengatur tata, letak warna, perlengkapan, dan lainnya untuk
    bekerja.