Pengertian Komitmen


Komitmen organisasi merupakan suatu dimensi perilaku yang dapat dijadikan sebagai ukuran dan
penilaian kekuatan anggota didalam sebuah organisasi dalam menjalankan tugas dan
kewajibannya kepada organisasi. Komitmen dapat dipandang sebagai suatu orientasi nilai terhadap
organisasi yang menunjukkan individu sangat memikirkan, memperhatikan dan mengutamakan
pekerjaan dan organisasinya. Individu dengan sukarela memberikan segala usaha dan
mengerahkan serta mengembangkan potensi yang dimilikinya dalam rangka membantu organisasi
mencapai tujuannya. Porter dan Mowdat dkk dalam (Sri Kuntjoro, 2002) mendefinisikan
komitmen organisasi sebagai kekuatan yang bersifat relatif dari individu dalam
mengidentifikasikan keterlibatan dirinya ke dalam bagian organisasi. Hal ini dapat ditandai dengan
tiga hal, yaitu; penerimaan tehadap nilai-nilai dan tujuan organisasi dan keinginan untuk
mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (menjadi bagian dari organisasi).
Komitmen organisasional adalah suatu keadaan dimana seorang karyawan memihak
organisasi tertentu serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan
dalam organisasi tersebut. Jadi keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak pada
pekerjaan tertentu seorang individu, sementara komitmen organisasional yang tinggi berarti
memihak organisasi yang merekrut individu tersebut (Stephen P. Robbins and Timothy A. Judge,
2008).
Menurut (Mathis L. Robert dan John Jackson, 2006) komitmen organisasional adalah
tingkat sampai dimana karyawan yakin dan menerima tujuan organisasional, serta berkeinginan
untuk tinggal bersama organisasi.
Hunt dan Morgan (Sopiah, 2008) mengemukakan bahwa karyawan memiliki komitmen
organisasi yang tinggi bila: memiliki kepercayaan dan menerima tujuan dan nilai organisasi,
berkeinginan untuk berusaha ke arah pencapaian tujuan organisasi, memiliki keinginan yang kuat
untuk bertahan sebagai anggota organisasi. Menurut (Fred Luthans, 2006) komitmen organisasi
adalah keinginan kuat untuk tetap sebagai anggota organisasi tertentu, keinginan untuk berusaha
keras sesuai dengan keinginan organisasi, serta keyakinan tertentu dan penerimaan nilai dan
tujuan organisasi. Dengan kata lain merupakan sikap yang merefleksikan loyalitas karyawan
pada organisasi dan proses berkelanjutan dimana anggota organisasi mengekspresikan
perhatiannya terhadap organisasi dan keberhasilan serta kemajuan yang berkelanjutan.
Komitmen organisasi berhubungan dengan perasaan dan keyakinan karyawan tentang organisasi
tempat dia bekerja secara keseluruhan. Menurut (Jennifer dan Gareth, 2012), ada dimensi
komitmen organisasi yaitu komitmen afektif, yaitu komitmen pada saat karyawan tersebut masuk
menjadi anggota suatu organisasi, senang, percaya, dan merasa baik berada. Ahli lain, yaitu
Schermermhom dkk (Yuwono, 2005) menyatakan bahwa komitmen terhadap organisasi
merupakan derajat kekuatan perasaan seseorang dalam mengidentifikasi dirinya dan merasakan
dirinya sebagai bagian dari organisasi. Sementara itu Amstrong (Yuwono, 2005) menyatakan
bahwa pengertian komitmen memiliki area perasaan atau perilaku terkait dengan perusahaan
tempat seseorang bekerja. Tiga area tersebut antara lain adalah adanya kepercayaan pada area ini
seseorang melakukan penerimaan bahwa organisasi tempat bekerja atau tujuan-tujuan organisasi
didalamnya merupakan sebuah nilai yang diyakini kebenarannya. Area kedua adalah adanya
keinginan untuk bekerja atau berusaha di dalam organisasi sebagai konteks hidupnya. Pada
konteks ini seorang akan memberikan waktu, kesempatan dan kegiatan pribadinya untuk bekerja
di organisasi atau dikorbankan ke organisasi tanpa mengharapkan imbalan personal. Sedangkan
area yang ketiga adalah adanya keinginan untuk bertahan dan menjadi bagian dari organisasi.
Jadi pengertian komitmen lebih dari sekedar menjadi anggota saja, tetapi lebih dari itu orang
akan bersedia untuk mengusahakan pada derajat yang lebih tinggi bagi kepentingan organisasi,
demi memperlancar pencapaian tujuan organisasi. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan
bahwa komitmen terhadap organisasi merupakan suatu bentuk sikap dimana individu merasa
menjadi bagian dari organisasi dan merasa ingin tetap menjadi bagian dari organisasi serta
dengan sungguh-sungguh memberikan waktu, kesempatan yang dimiliki dan mencurahkan
segala potensi diri yang dimilikinya tanpa adanya perasaan terpaksa untuk tetap berusaha
mewujudkan apa yang menjadi tujuan organisasi dan memiliki kebanggaan menjadi bagian dari
organisasi tersebut.