Berbagai kebatasan yang dihadapi perusahaan, baik dalam
kepemilikan sumber daya informasi dan teknologi akan mempengaruhi
kemampuan perusahaan dalam mempertahankan pasar yang dikuasai.
Oleh karena itu, perusahaan harus membuat perencanaan yang tepat dalam
mengelola sumber daya yang dimiliki dalam mendukung kegiatan usaha
yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Perencanaaan yang dibuat mencakup keseluruhan operasional yang akan
dilakukan, baik pada operasi, volume produksi, promosi, pelayanan
pelanggan maupun konsumsi sumber daya. Perencanaan disusun secara
tepat dapat memberikan arah berjalannya operasi yang sesuai dengan
rencana yang efektif dan efisien mampu mencapai tujuan perusahaan.
Menurut (Bayangkara, 2015) Audit manajemen adalah evaluasi
terhadap efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan. Dalam konteks audit
manajemen, manajemen meliputi seluruh operasi internal perusahaan yang
harus dipertanggung jawabkan kepada berbagai pihak yang memiliki
wewenang yang lebih tinggi. Audit manajemen dirancang secara
sistematis unutk mengaudit efektivitas, program – program yang
diselenggarakan, atau sebagian dari entitas yang bisa di audit untuk
menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan
secara efisien, serta apakah tujuan dari program dan efektivitas yang telah
direncanakan dapat tercapai dan tidak melanggar ketentuan aturan dan
kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.
Sedangkan defnisi menurut (Arens, Mark, & Alvin A, 2008) adalah
“an operational audit evaluates the efficiency and effectiveness of any part
of an organization’s operating procedures and method”. Dapat diartikan
sebagai audit operational mengevaluasi efisiensi dan efektivitas dari setiap
bagian dari prosedur organisasi dan metode.
Menurut (Bayangkara, 2015) Tujuan dari audit manajemen adalah
untuk mengidentifikasi kegiatan, program dan efektivitas yang masih
memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang di berikan
nantinya dapat dicapai perbaikan atas pengelolaan berbagai program dan
efentivitas pada perusahaan tersebut. Titik berat audit diarahkan terutama
pada berbagai objek audit yang diperkirakan dapat diperbaiki dimasa yang
akan datang, disamping juga mencegah kemungkinan terjadinya berbagai
kerugian.
Sedangkan Menurut (Mulyadi, Auditing, 2012, hal. 32) tujuan dari
pemeriksaan manajemen adalah:
- Menilai kinerja atau prestasi. Menilai kinerja atau prestasi
manajemer dalam memimpin bawahan, apakah para
bawahannya benar- benar telah melaksanakan tugas mereka
secara efisien an efektif. - Mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan tujuan ini
digunakan untuk mengetahui bagian mana yang lebih
diutamakan untuk diadakan peningkatan agar perusahaan dapat
mencapai tujuan yang diinginkan. - Membuat rekomodasi untuk perbaikan atau tindakan lebih
lanjut. Pemeriksa memberikan peiijelasan pada manajer, bagian
atau fungsi mana yang memerlukan perbaikan dan berusaha
memberikan solusi untuk memperbaikinya.
