Persepsi risiko adalah bentuk suatu penilaian terhadap suatu risiko yang
didasarkan pada pengalaman atau keyakinan yang dimiliki (Slovic dalam
Wulandari et al., 2017 : 67). Sebelum melakukan investasi investor akan melakukan
mitigasi terhadap risiko, investasi risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan yang
terjadi adanya perbedaan antara hasil yang sesungguhnya (actual return) dengan
hasil yang diharapkan (expected return). Risiko yang sering kali dihadapi saat
berinvestasi saham adalah risiko penurunan harga saham (capital loss), tidak
mendapatkan dividen dan risiko likuidasi. Preferensi investor dalam hal investasi,
erat kaitannya dengan pertimbangan terhadap return dan risiko investasi. Setiap
investor memiliki kemampuan menanggung risiko yang berbeda-beda, namun
mereka mengharapkan return yang sesuai. Hanya mempertimbangkan faktor return
saja untuk suatu investasi tidaklah cukup. Investor juga harus mempertimbangkan
faktor risiko karena pertimbangan suatu investasi merupakan trade-off dari kedua
faktor tersebut. Menurut Sembel dalam Hilaliyah (2016) ada beberapa tipe investor
yang mempunyai pandangan tersendiri mengenai risiko, yaitu:
- Risk aggressive, investor tipe ini adalah investor yang berani mengambil risiko
dalam investasi dengan tujuan untuk mendapatkan return yang tinggi. - Risk moderate tipe investor yang berani mengambil risiko sebanding dengan
return yang telah ia ditetapkan. - Risk conservative tipe investor seperti ini tidak tertarik untuk mengambil sebuah
risiko dalam investasi atau cenderung selalu menghindar dari sebuah risiko.
