Laba merupakan salah satu ukuran kinerja perusahaan yang berguna dalam
pengambilan keputusan investor. Sebagai dasar pengambilan keputusan, para
pengguna informasi perlu mengetahui kandungan informasi yang terdapat dalam
item laba. Bila pengumuman perubahan laba mengandung informasi, maka akan
terdapat abnormal return di sekeliling tanggal pengumuman perubahan laba
tersebut. Hal tersebut hanya menunjukkan bahwa perubahan laba mengakibatkan
adanya reaksi pasar, tetapi tidak menjelaskan seberapa besar respon pasar tersebut
berhubungan dengan besarnya (magnitude) dari perubahan labanya. Earnings
Response Coefficient (ERC) dapat mengukur besarnya (magnitude) dari perubahan
laba yang mempengaruhi abnormal return (Hartono, 2014).
ERC merupakan ukuran besaran abnormal return suatu sekuritas sebagai
respon terhadap komponen laba kejutan (unexpected earnings) yang dilaporkan
oleh perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tersebut. Sehingga ERC juga
merupakan ukuran besarnya kekuatan hubungan laba akuntansi dengan harga
saham (Scott, 2015). Cho dan Jung (1991) juga menjelaskan bahwa ERC
merupakan efek dari tiap jumlah laba terhadap return saham yang diukur dengan
koefisien kemiringan dalam regresi laba terhadap abnormal return. Analisis
earnings response coefficient merupakan salah satu bentuk pengujian terhadap
kandungan informasi laba. Bila angka laba mengandung informasi, diteorikan pasar
akan bereaksi terhadap pengumuman laba. Pada saat diumumkan, pasar telah
mempunyai harapan tentang berapa besarnya laba perusahaan atas dasar informasi
yang tersedia secara publik (Suwardjono, 2012).
Ada beberapa hal yang menyebabkan respon pasar terkadang berbeda
terhadap laba yaitu beta, struktur permodalan perusahaan, persistensi laba,
kesempatan bertumbuh, dan tingkat keinformatifan laba (Scott, 2015). Beberapa
alasan yang menyebabkan pasar bereaksi adalah sebagai berikut (Scott, 2012):
- Keyakinan sebelumnya (prior belief) dari investor yang didasarkan pada
informasi yang tersedia tidak sama. Ketidaksamaan ini dipengaruhi oleh
besar kecilnya informasi yang diperoleh dan kemampuan untuk
menginterpretasinya. - Dengan masuknya informasi baru berupa laba, sebagian investor merevisi
ekspektasinya dengan datangnya berita baik ini (upward). Namun
sebagian investor yang sebelumnya memiliki ekspektasi yang terlalu
tinggi mungkin akan menginterpretasikan informasi laba tersebut sebagai
berita buruk (downward). Reaksi yang diberikan investor tergantung dari
kandungan informasi dalam laba masing-masing perusahaan sehingga
mengakibatkan earnings response coefficient berbeda antara perusahaan
yang satu dengan yang lainnya.
