Struktur Modal


Struktur modal adalah bauran (proporsi) pendanaan permanen jangka panjang
perusahaan yang ditunjukkan oleh hutang, ekuitas saham preferen dan saham
biasa (Van Horne dan Wachowicz, 2005). Sumber dari struktur modal berasal dari
internal dan eksternal perusahaan. Dana yang berasal dari internal perusahaan
dapat berupa modal sendiri dan laba ditahan, sedangkan dana yang berasal dari
eksternal perusahaan dapat berupa hutang, baik itu hutang jangka panjang maupun
hutang jangka pendek dan juga saham. Dalam kaitannya dengan masalah
penentuan sumber-sumber dana yang akan digunakan, serta berapa besarnya
proporsi masing-masing sumber dana tersebut, maka perusahaan akan
menganalisis sejumlah faktor untuk kemudian menetapkan struktur modal yang
ditargetkan (target capital structure), yaitu bauran atau perpaduan dari utang,
saham preferen, dan saham biasa yang dikehendaki perusahaan dalam struktur
modalnya (Brigham & Weston, 1990). Menurut Keown (2010), struktur modal
adalah campuran sumber-sumber dana jangka panjang yang digunakan
perusahaan, sedangkan menurut Riyanto (2001), Struktur modal adalah
pembelanjaan permanen di mana mencerminkan perimbangan antara hutang
jangka panjang dengan modal sendiri. Dalam penelitian ini proxy yang digunakan
untuk struktur modal yaitu Debt to Equity Ratio (DER).
DER merupakan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang dengan modal
yang dimilikinya dan sangat berkaitan dengan penciptaan suatu struktur modal
yang dapat mempengaruhi kebijakan pendanaan perusahaan yang tepat guna
memaksimalkan nilai perusahaan.