Struktur Aktiva


Struktur aktiva terdiri dari dua jenis, yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. Menurut
Riyanto (2001), perusahaan yang sebagian besar aktivanya berasal dari aktiva
tetap akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dananya dengan utang.
Perusahaan dengan jumlah aktiva tetap yang besar dapat menggunakan utang
lebih banyak karena aktiva tetap dapat dijadikan jaminan yang baik atas pinjamanpinjaman perusahaan. Dalam penelitian ini proksi dari struktur aktiva adalah
aktiva tetap. Menurut Jusuf (2005), aset tetap merupakan aset berwujud yang
digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam
rangka kegiatan normal perusahaan, sedangkan menurut Soemarso (2005) aset
tetap adalah aset berwujud yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun,
digunakan dalam kegiatan perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam
kegiatan normal perusahaan, serta nilainya cukup besar.