Faktor – faktor yang mempengaruhi motivasi kerja


Menurut Prabu Mangkunegara (2020: 104) pada dasarnya faktorfaktor motivasi dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu faktor internal
dan faktor di dalam penelitian ini mengemukakan motivasi ada 2 faktor,
yaitu:
1 Faktor Intrinsik
Faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri seorang
pegawai yang mendorong untuk berprestasi. Faktor intrinsik diantaranya;
a. Prestasi
Prestasi merupakan capaian yang diraih di dalam melaksanakan tugas
dan fungsinya, masing-masing atas kecakapan, usaha,dan kesempatan
yang dimiliki oleh pegawai. Prestasi pegawai, merupakan hasil kerja
yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu
organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masingmasing, dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Dari uraian di atas,
maka tampak jelas bahwa peranan motivasi dalam menunjang
pemenuhan kebutuhan berprestasi sangat besar, atau dengan kata lain
motivasi mempunyai hubungan yang positif terhadap produktivitas
kerja.
b. Pengakuan
Pengakuan merupakan keadaan seseorang yang ingin diakui
keberadaannya dan pengakuan yang diberikan oleh pimpinan di
tempat mereka bekerja, baik pengakuan atas status maupun hasil kerja
yang telah dicapai dengan berbagai cara yaitu; Langsung menyatakan
keberhasilan di tempat pekerjaannya, lebih baik dilakukan sewaktu
ada orang lain, surat penghargaan, memberi hadiah berupa uang tunai,
memberikan medali, surat penghargaan dan hadiah uang tunai,
memberikan kenaikan gaji promosi.
c. Tanggung jawab
Tanggung Jawab dapat diartikan dimana pegawai dapat
menyelesaikan seluruh pekerjaannya sesuai dengan aturan dan
instruksi yang telah diberikan dengan baik. Semakin tinggi kedudukan
seorang pegawai maka juga memiliki tanggung jawab yang besar
tetapi dengan tanggung jawab yang ada pegawai akan berusaha untuk
melaksanakan seluruh tanggung jawab yang diberikan dari pimpinan
d. Pengembangan potensi individu (advancement)
Pengembangan potensi individu merupakan peluang yang dimiliki
pegawai untuk maju dan berkembang dalam pekerjaannya, seperti
kenaikan jabatan, promosi, dan lain-lain. Pengembangan potensi
individu terutama terkait penggunaan teknologi informasi, hal
tersebut disebabkan karena mereka menyadari pengembangan potensi
diri sangat penting demi peningkatan kinerja.
2 Faktor Ekstrinsik
Ekstrinsik adalah faktor yang timbul dari luar diri pegawai yang
mampu mempengaruhi motivasi kerja seseorang pegawai, faktor
ekstrinsik antara lain:
a. Gaji
Gaji merupakan suatu bentuk imbalan yang diberikan berupa uang
atas hasil kerja pegawai. Pemberian gaji yang baik harus
disesuaikan dengan beban kerja pegawai itu sendiri. Pemberian
upah/gaji untuk memenuhi kebutuhan fisik minimal maupun
kebutuhan hidup minimal. Motivasi dalam organisasi salah satunya
berasal dari pemimpin. Karena suatu organisasi akan berhasil atau
bahkan gagal sebagian ditentukan oleh pemimpin. Suatu ungkapan
yang mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggung jawab
atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan, merupakan ungkapan
yang mendudukan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada
suatu posisi yang terpenting. Kepuasaan kerja merupakan
penilaian, perasaan atau sikap pegawai terhadap pekerjaannya dan
berhubungan dengan lingkungan kerja, jenis pekerjaan,
kompensasi, hubungan antar rekan kerja, hubungan sosial ditempat
kerja dan sebagainya. Dapat dikatakan pula bahwa kepuasaan kerja
adalah dipenuhinya keinginan dan kebutuhan pegawai melalui
kegiatan bekerja. Kebutuhan merupakan salah satu faktor yang
penting untuk memotivasi pegawai karena sebagai manusia pasti
memiliki aneka kebutuhan primer dan sekunder. Pegawai akan
termotivasi jika kebutuhannya terpenuhi, dengan terpenuhinya
kebutuhan maka akan timbul kepuasaan kerja yang berdampak
positif pada produktivitas kerja pegawai pada organisasi.
b. Kondisi kerja
Kondisi kerja merupakan keadaan tempat pegawai bekerja baik
dari segi aspek fisik, psikologi, peraturan yang berlaku yang
dirasakan oleh pegawai yang berdampak pada kepuasan kerja dan
produktivitas pegawai. Tingkat kehadiran akan mempengaruhi dari
semangat kerja pegawai, dengan adanya semangat kerja maka
pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan dengan baik.
c. Supervisi
Supervisi yang baik berfungsi untuk memberikan pengarahan,
membimbing kerja para pegawai dengan tepat, agar dapat
melakukan pekerjaan dengan baik. Oleh karena itu, posisi supervisi
sangat dekat dengan pegawai, dan selalu memperhatikan para
pegawai dalam melaksanakan tugas sehari-hari.