Karyawan merupakan salah satu publik yang paling penting dalam sebuah
perusahaan, sehingga sebelum melakukan pendekatan dengan publik eksternal,
perusahaan perlu melakukan pendekatan dengan orang dalam perusahaan itu sendiri.
Dalam pendekatan organisasi sering disebutkan fakta bahwa “our people are our
most important resource”, yang dapat diartikan sebagai “Orang kita atau orang dalam
perusahaan (karyawan) adalah sumber daya perusahaan yang paling penting” (p.
164). Hal ini kemudian dijelaskan Theaker (2004) bahwa, “While most of the issues
discussed so far concern publics external to an organisatiom, one of the most
important groups of stakeholders is a company’s employees (p.164).” Dalam konsep
tersebut, Theaker mengemukakan bahwa salah satu stakeholder yang paling dalam
sebuah perusahaan adalah karyawan dalam perusahaan itu sendiri. Dalam Jefkins
(2004), karyawan termasuk pada sepuluh khalayak utama dlam perusahaan (p.81).
Jefkins (2004), memberikan definisi karyawan atau pegawai sebagai semua orang
yang bekerja pada atau menunjang suatu organisasi, yaitu pucuk pimpinan (pihak
manajemen) dan para eksekutif; petugas gudang, pabrik; staf kantor dan administrasi;
staf divisi pelayanan dan penjualan; dan staf-staf lainnya (p.83).
Dalam pembahasan mengenai karyawan, Cutlip, Center and Broom (2009) juga
mengemukakan bahwa karyawan merupakan aspek yang penting bagi kesuksesan
organisasi (p. 11). Cutlip, Center and Broom (2009) menambahkan sebelum ada
hubungan dengan konsumen, pelanggan dan pihak lain di luar organisasi, manajemen
harus lebih dahulu memperhatikan orang-orang yang bekerja pada mereka, yaitu
karyawan (p.11). Sebuah perusahaan akan membangun relasi dengan publik eksternal
yang baik, apabila didasari dengan dasar yang kokoh dalam perusahaan. Hal ini
dibuktikan dalam Theaker (2004):
“However, it is generally agreed that good external relations and policies
should have a solid foundation on good internal communication, that an
informed workforce is more likely to be motivated to work productively, and
that this reinforces company’s license to operate in its community, where a
substantial number of employees are likely to live. (p. 164).”
