Pengukuran Kinerja


Kinerja pegawai pada dasarnya diukur sesuai dengan kepentingan
organisasi, sehingga indikator dalam pengukurannya disesuaikan dengan
kepentingan organisasi itu sendiri. Menurut Mondy, Noe, Premeaux (2016: 271-
272) menyatakan bahwa pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan
menggunakan dimensi:

  1. Kuantitas Pekerjaan (Quantity of Work).
    Kuantitas pekerjaan berhubungan dengan volume pekerjaan dan
    produktivitas kerja yang dihasilkan oleh pegawai dalam kurun waktu tertentu.
  2. Kualitas Pekerjaan (Quality of Work).
    Kualitas pekerjaan berhubungan dengan pertimbangan ketelitian, persisi,
    kerapian, dan kelengkapan di dalam menangani tugas-tugas yang ada di dalam
    organisasi.
  3. Kemandirian (Dependability).
    Kemandirian berkenaan dengan pertimbangan derajat kemampuan pegawai
    untuk bekerja dan mengemban tugas secara mandiri dengan meminimalisir
    bantuan orang lain. Kemandirian juga menggambarkan kedalaman komitmen
    yang dimiliki oleh pegawai.
  4. Inisiatif (Initiative).
    Inisiatif berkenaan dengan pertimbangan kemandirian, fleksibilitas berfikir,
    dan kesediaan untuk menerima tanggung jawab.
  5. Adaptabilitas (Adaptability).
    Adaptabilitas berkenaan dengan kemampuan untuk beradaptasi,
    mempertimbangkan kemampuan untuk bereaksi terhadap mengubah
    kebutuhan dan kondisi-kondisi.
  6. Kerjasama (Cooperation).
    Kerjasama berkaitan dengan pertimbangan kemampuan untuk bekerja sama,
    dan dengan orang lain. Apakah assignements, mencakup lembur dengan
    sepenuh hati