Hubungan antara Motivasi dengan Kinerja


Kinerja dipengaruhi oleh faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi
(motivation). Hal ini sesuai dengan pendapat Keith Davis (2016 ; 270-271) yang
menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah:
Human performance = Ability+Motivation
Motivation = Attitude+Situation
Ability = Knowledge+Skill
Faktor kemampuan secara psikologis terdiri dari kemampuan potensi yang
disebut IQ (Intelligent Quotient) dan kemampuan realitiy (Knowledge+Skill).
Artinya, pegawai dengan IQ tinggi dan pendidikan yang memadai untuk
jabatannya dan terampil dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan
lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan.
Selanjutnya faktor motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang pegawai
dalam mengahadapi situasi (situation) kerja. Sikap mental itu sendiri merupakan
kondisi mental yang mendorong diri pegawai untuk berusaha mencapai prestasi
kerja secara maksimal. Sikap mental seorang pegawai harus sikap mental yang
siap secara psikosifisik (siap mental, fisik, tujuan dan situasi). Artinya seorang
pegawai harus siap secara mental, maupun secara fisik, memahami tujuan utama
dan target kerja yang akan dicapai, juga mampu memanfaatkan dan menciptakan
situasi kerja.