Pengertian Motivasi


Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan atau
menggerakkan. Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada
sumber daya manusia umumnya dan bawahan khususnya. Motivasi
mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar
mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan
yang telah ditentukan.
Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang meyebabkan,
menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan
antusias mencapai hasil yang optimal. Motivasi semakin penting karena manajer
membagikan pekerjaan pada bawahannya untuk dikerjakan dengan baik dan
terintegrasi kepada tujuan yang diinginkan.
Perusahaan bukan saja mengharapkan karyawan mampu, cakap, dan
terampil, tetapi yang terpenting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan untuk
mencapai hasil kerja yang maksimal. Kemampuan dan kecakapan karyawan tidak
ada artinya bagi perusahaan jika mereka tidak mau bekerja giat.
Motivasi adalah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi
kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan. Untuk memahami lebih dalam definisi
motivasi ada baiknya kita melihat beberapa pendapat para ahli berikut ini.
Menurut Edwin B Flippo (2016 ; 143) “motivasi adalah suatu keahlian,
dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara
berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus
7
tercapai”. Sedangkan menurut Robbins (2016 ; 201) “motivasi adalah proses
yang menunjukan intensitas individu, arah, dan ketekunan dari upaya
menuju pencapaian tujuan”.
Menurut Robbins dan Couter (2016 ; 201) “motivasi merupakan
kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan
keorganisasian yang dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi
kebutuhan individual tertentu”.
Ada pula menurut Mathis dan Jackson (2012 ; 312) “motivasi merupakan
hasrat di dalam seseorang menyebabkan orang tersebut melakukan suatu
tindakan. Seseorang melakukan tindakan untuk sesuatu hal dalam mencapai
tujuan. Oleh sebab itu, motivasi merupakan penggerak yang mengarahkan
pada tujuan dan itu jarang muncul dengan sia-sia”. Teori motivasi menurut Malayu S.P. Hasibuan (2016: 142-143)
menyatakan bahwa kebutuhan-kebutuhan yang dipuaskan dengan bekerja
menyangkut hal-hal berikut, yaitu:
a. Kebutuhan Fisik dan Keamanan, seperti: kebutuhan ini menyangkut kepuasan
kebutuhan fisik/biologis seperti makan, minum, perumahan, seks, dan
semacamnya, di samping kebutuhann akan rasa aman dalam menikmatinya.
b. Kebutuhan Sosial, seperti: kebutuhan ini adalah kebutuhan yang terpuaskan
karena memperoleh pengakuan, status, dihormati, diterima, serta disegani