Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja Non Fisik DanKepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan


Pebriyanto dan Utomo (2022) menyatakan bahwa kinerja merupakan
hasil kerja baik itu secara kualitas maupun kuantitas yang telah dicapai
pegawai, dalam menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan organisasi, dan hasil kerjanya tersebut
disesuaikan dengan hasil kerja yang diharapkan organisasi, melalui
kriteria-kriteria atau standar kinerja karyawan yang berlaku dalam
organisasi. Hatimatunnisani, Veranita, dan Rochmawati (2023)
menyatakan bahwa pemberian motivasi yang tepat kepada pegawai
akan mendorong pengembangan organisasi, karena pegawai yang
bekerja dan melaksanakan tugas dengan penuh semangat dan kesadaran
yang tinggi merupakan modal bagi perusahaan. Pemberian motivasi
yang baik akan mendorong pegawai bekerja semakin bersemangat,
semakin baik dan semakin produktif. Karyawan dapat memiliki kualitas
dalam bekerja karena adanya dukungan lingkungan kerja yang baik.
dalam penyelesaian pekerjaan lingkungan kerja non fisik menjadi slaah
satu faktor pendukung sehingga dapat meningkatkan efektivitas kerja
karyawan (Wijayanti dan Wardhani, 2022). Kepuasan kerja adalah
perasaan dan penilaian seseorang atas pekerjaanya, khususnya
mengenai kondisi kerjanya, dalam hubunganya dengan apakah
pekerjaannya mampu memenuhi harapan, kebutuhan, dan keinginanya.
Kurangnya kepuasan kerja karyawan berdampak buruk bagi perusahaan
dan pencapaian tujuan akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
(Harahap dan Tirtayasa, 2020). Hasil penelitian yang dilakukan oleh
Kuswati (2020) menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja
berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian yang
dilakukan oleh Tarigan (2022) menunjukkan bahwa variabel
lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sindi dan Javed (2021)
menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja berpengaruh terhadap
kinerja karyawan.