Indikator Kinerja


Menurut (Kasmir,2020:208-210) indikator yang digunakan untuk
mengukur kinerja ada enam, yaitu:

  1. Kualitas (mutu)
    Kualitas merupakan suatu tingkatan di mana proses atau hasil dari
    penyelesaian suatu kegiatan mendekati titik kesempurnaan. Makin
    sempurna suatu produk, maka kinerja makin baik. demikan pula sebaliknya,
    jika kualitas pekerjaan yang dihasilkan rendah, maka kinerjanya juga
    rendah.
  2. Kuantitas (jumlah)
    Untuk mengukur kinerja dapat pula dilakukan dengan melihat dari
    kuantitas (jumlah) yang dihasilkan oleh seseorang.
  3. Waktu (jangka waktu)
    Untuk jenis pekerjaan tertentu diberikan batas waktu dalam
    menyelesaikan pekerjaannya. Artinya dalam pekerjaan ada batas waktu
    minimal dan maksimal yang harus dipenuhi.
  4. Penekanan biaya
    Biaya yang dikeluarkan untuk setiap aktivitas perusahaan sudah
    dianggarkan sebelum aktivitas dijalankan. Artinya dengan biaya yang sudah
    dianggarkan tersebut merupakan sebagai acuan agar tidak melebihi dari
    yang sudah dianggarkan.
  5. Pengawasan
    Dengan melakukan pengawasan karyawan akan merasa lebih
    bertanggung jawab atas pekerjaannya dan jika terjadi penyimpangan akan
    memudahkan untuk melakukan koreksi dan melakukan perbaikan
    secepatnya.
  6. Hubungan antar karyawan
    Hubungan antar perseorangan akan menciptakan suasana yang
    nyaman dan kerja sama yang memungkinkan satu sama lain saling
    mendukung untuk menghasilkan aktivitas pekerjaan yang lebih baik