Pengukuran Kinerja


Menurut Dressler (dalam Prasadja, 2019) bagaimana penilaian
kinerja yang diperlukan yaitu bahwa penilaian kinerja berarti
mengevaluasi kinerja karyawan pada standar kinerja karyawan tersebut,
dengan memperhatikan pada inti dari standar penilaian., penilaian kinerja
selalu melibatkan :

  1. Standar pengaturan pekerjaan
  2. Menilai kinerja aktual karyawan yang berhubungan terhadap standar
    tersebut
  3. Memberikan umpan balik kepada karyawan dengan tujuan
    memotivasi dia untuk menghilangkan ketidak efektifan kinerja atau
    untuk terus melakukan perbaikan.
    Menurut Bernardin dan Russel (dalam Prasadja, 2019) berpendapat
    untuk mengukur kinerja karyawan dapat digunakan beberapa kinerja,
    antara lain:
  4. Kualitas
    Merupakan tingkatan dimana proses atau hasil dari penyelesaian suatu
    kegiatan mendekati sempurna atau mendekati target yang telah
    ditentukan.
  5. Kuantitas
    Merupakan produksi yang dihasilkan dapat ditunjukan dalam satuan
    mata uang, jumlah unit, atau jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan.
  6. Ketepatan waktu
    Merupakan dimana kegiatan tersebut dapat diselesaikan, atau suatu
    hasil produksi dapat dicapai, pada permulaan waktu yang ditetapkan
    bersamaan koordinasi dengan hasil produk yang lain dan
    memaksimalkan waktu yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan lain.
  7. Efektivitas biaya
    Merupakan tingkatan dimana sumber daya organisasi, seperti
    manusia, keuangan, teknologi, bahan baku dapat dimaksimalkan
    dalam arti untuk memperoleh keuntungan yang paling tinggi atau
    mengurangi kerugian yang timbul dari setiap unit atau contoh
    penggunaan dari sumber daya yang ada.
    Hubungan antar perseorangan merupakan tingkatan dimana
    seorang karyawan mampu untuk mengembangkan perasaan saling
    menghargai, niat baik dan kerjasama antara karyawan yang satu dengan
    karyawan yang lain dan juga pada bawahan