Menurut Dressler (dalam Prasadja, 2019) bagaimana penilaian
kinerja yang diperlukan yaitu bahwa penilaian kinerja berarti
mengevaluasi kinerja karyawan pada standar kinerja karyawan tersebut,
dengan memperhatikan pada inti dari standar penilaian., penilaian kinerja
selalu melibatkan :
- Standar pengaturan pekerjaan
- Menilai kinerja aktual karyawan yang berhubungan terhadap standar
tersebut - Memberikan umpan balik kepada karyawan dengan tujuan
memotivasi dia untuk menghilangkan ketidak efektifan kinerja atau
untuk terus melakukan perbaikan.
Menurut Bernardin dan Russel (dalam Prasadja, 2019) berpendapat
untuk mengukur kinerja karyawan dapat digunakan beberapa kinerja,
antara lain: - Kualitas
Merupakan tingkatan dimana proses atau hasil dari penyelesaian suatu
kegiatan mendekati sempurna atau mendekati target yang telah
ditentukan. - Kuantitas
Merupakan produksi yang dihasilkan dapat ditunjukan dalam satuan
mata uang, jumlah unit, atau jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan. - Ketepatan waktu
Merupakan dimana kegiatan tersebut dapat diselesaikan, atau suatu
hasil produksi dapat dicapai, pada permulaan waktu yang ditetapkan
bersamaan koordinasi dengan hasil produk yang lain dan
memaksimalkan waktu yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan lain. - Efektivitas biaya
Merupakan tingkatan dimana sumber daya organisasi, seperti
manusia, keuangan, teknologi, bahan baku dapat dimaksimalkan
dalam arti untuk memperoleh keuntungan yang paling tinggi atau
mengurangi kerugian yang timbul dari setiap unit atau contoh
penggunaan dari sumber daya yang ada.
Hubungan antar perseorangan merupakan tingkatan dimana
seorang karyawan mampu untuk mengembangkan perasaan saling
menghargai, niat baik dan kerjasama antara karyawan yang satu dengan
karyawan yang lain dan juga pada bawahan
