Dalam lingkup luas, sistem penghargaan organisasional adalah semua
yang dihargai dan diinginkan sumber daya manusia yang mampu dan mau
diberikan perusahaan sebagai ganti atas kontribusi yang diberikan sumber
daya manusia tersebut. Di dalamnya terbagi lagi menjadi berbagai
penghargaan finansial dan non-finansial. Meskipun uang adalah alat yang
sangat besar pengaruhnya bagi pegawai dan kinerja mereka, dampak dari
penghargaan non-finansial juga sama berartinya bagi karyawan.
Menurut Ivancevich,(2014:226) tujuan utama dari program reward
adalah:
- Menarik orang yang memiliki kualifikasi untuk bergabung organisasi.
- Mempertahankan karyawan agar terus datang untuk bekerja.
- Mendorong karyawan untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi.
Penghargaan dapat menjembatani gap antara tujuan perusahaan dengan
harapan dan aspirasi individual (Sedamaryanti, 2016:83). Untuk dapat
efektif, sistem penghargaan organisasional harus menyediakan 4 hal, yaitu: - Tingkat penghargaan untuk memenuhi kebutuhan dasar perusahaan.
- Kesamaan dengan pasar tenaga kerja eksternal.
- Kesamaan di dalam organisasi.
- Perlakuan yang berdasarkan kebutuhan individual terhadap anggota.
Secara luas Reward diciptakan untuk menarik, menahan, dan
meningkatkan kinerja pegawai pada perusahaan. Namun, tujuan yang lebih
penting di dalamnya adalah keadilan atas persamaan yang bisa dicapai
dengan tiga dimensi berikut: - Kesamaan Internal: berdasarkan kualitas dari apa yang diberikan
karyawan bagi perusahaan. - Kesamaan Eksternal: disesuaikan dengan pembayaran rata-rata
perusahaan lainnya. - Kesamaan Individual: pembayaran yang adil sesama individu yang
melakukan pekerjaan yang sama atau serupa.
Pegawai menginginkan penghargaan yang setimpal dengan apa yang
diberikannya kepada perusahaan dan sama dengan yang diterima pegawai
lain dengan pekerjaan serupa. Jika pegawai tidak memperolehnya, maka
cenderung akan mengurangi sumbangsih mereka atau bahkan keluar dari
perusahaan
