Pengertian Karakteristik Individu


Pada organisasi sangat penting untuk dapat memahami perilaku individu
lain misalnya saja rekan kerja, atasan dan bawahan. Hal itu untuk
menghasilkan komunikasi yang efektif dan efisien sehingga mendukung
pencapaian tujuan organisasi. Karena setiap orang memiliki karakteristik
individu yang unik, perbedaan ini harus diakui dan dipahami untuk
menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.
Menurut Ardana et al., (2012), karakteristik individu adalah minat, sikap
terhadap diri sendiri, pekerjaan, dan situasi pekerjaan, kebutuhan
individual, kemampuan atau kompentensi, pengetahuan tentang pekerjaan
dan emosi, suasana hati, perasaan keyakinan dan nilai-nilai.
Menurut Sariningtyas (2016), karakteristik individu adalah karakteristik
dari masing-masing individu (personal) yang meliputi : ciri biografis (usia,
jenis kelamin, status perkawinan dan masa kerja), ciri kepribadian, nilai,
sikap, persepsi dan tingkat kemampuan dasar yang akan mempengaruhi
perilaku mereka ditempat kerja
Menurut Sujak (dalam Aingra, 2019) mengemukakan bahwa karakteristik
individu yang berbeda-beda, meliputi kebutuhan, nilai sikap, dan minat.
Perbedaan tersebut akan dibawa oleh individu ke dalam dunia kerja
sehingga motivasi setiap individu akan bervariasi dan dalam karakteristik
ini, dan oleh karena itu motivasi mereka akan berbeda. Seorang individu
mungkin akan menginginkan prestise dan dengan demikian orang tersebut
dimotivasi oleh sebuah pekerjaan yang mengesankan.Individu yang lain
mungkin menginginkan uang, dengan demikian dimotivasi untuk
mendapatkan gaji tinggi.
Menurut Subyantoro (2009), setiap orang mempunyai pandangan, tujuan,
kebutuhan dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Perbedaan ini
akan terbawa dalam dunia kerja, yang akan menyebabkan kepuasan satu
orang dengan yang lain berbeda pula, meskipun bekerja ditempat yang
sama