Menurut Anggraeni dkk (2022) dalam penelitiannya yang berjudul Motif Perilaku
Cybebullying Remaja Di Media Sosial terdapat berbagai macam motif seseorang
melakukan cyberbullying. Motif-motif tersebut antara lain adalah ingin
menyampaikan perasaan kesal/tidak suka kepada orang yang menjadi target,
keinginan informan agar orang tersebut mengetahui kesalahan atas sikapnya,
Informan ingin menjatuhkan dan mempermalukan orang yang menjadi target,
Berawal dari rasa sakit hati kepada orang yang menjadi target dan ingin
membalasanya serta Informan ingin mencari kesenangan melalui perilaku
cyberbullying di Twitter. Setiap orang memiliki motif sebab yang berbeda antara
satu dengan lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian lainnya oleh Rana (2023) dengan judul Motivasi
Remaja Melakukan Cyberbullying di Media Sosial, hasil penelitian menyebutkan
bahwa motivasi pelaku melakukan cyberbullying di media sosial di bagi menjadi
dua, yaitu motivasi internal, yang berasal dari dalam diri individu dan juga motivasi
eksternal, yang berasal dari luar individu. Adapun motivasi internal terbagi menjadi
5 yaitu, sering melakukan bullying di dunia nyata sehingga hal itu juga di lakukan
di media sosial, karena media sosial merupakan jalan yang paling mudah melakukan
penindasan.Adanya ketidakseimbangan kuasa, atau dalam kata lain apa yang
dilakukan pelaku dalam segimental dan sosial merasa lebih kuat.Merasa
mempunyai segalanya sehingga apapun bisa elaku lakukan kepada korban.Ingin
membuat mental korban hancur sehingga korban mempunyai keinginan untuk
berhenti bersekolah bahkan pindah sekolah. Identitas yang tidak di ketahui oleh
korban memudahkan pelaku lebih mudah melakukan tindakan cyberbullying.
Sedangkan faktor eksternal di bagi menjadi 2 yaitu, pelaku mengungkapkan
motivasi melakukan tindakan cyberbullying korban karena sifat dan karakteristik
korban yang mengundang untuk di tindas.Tertantang dari sebuah film yangdi tonton
sehingga ingin melakukan tindakan cyberbullying
