Menurut Goleman (2009) dalam Nurita (2012;16) faktor-faktor yang
mempengaruhi kecerdasan emosional meliputi:
- Faktor yang bersifat bawaan genetik
Faktor yang bersifat bawaan genetik misalnya temperamen. Ada 4
temperamen, yaitu penakut, pemberani, periang, pemurung. Anak
yang penakut dan pemurung mempunyai sirkuit emosi yang lebih
mudah dibangkitkan dibandingka dengan sirkuit emosi yang dimiliki
anak pemberani dan periang. Temperamen atau pola emosi bawaan
lainnya dapat dirubah sampai tingkat tertentu melalui pengalaman,
terutama pengalaman pada masa kanakkanak. - Faktor yang berasal dari lingkungan
Kehidupan keluarga merupakan sekolah pertama kita untuk
mempelajari emosi, dalam lingkungan yang akrab ini kita belajar
begaimana merasakan perasaan kita sendiri dan bagaimana orang lain
menanggapi perasaan kita, bagaimana berfikir tentang perasaan ini
dan pilihan-pilihan apa yang kita miliki untuk bereaksi, serta
bagaimana membaca dan mengungkap harapan dan rasa takut.
Pembelajaran emosi bukan hanya melalui hal-hal yang diucapkan dan
dilakukan oleh orang tua secara langsung pada anak-anaknya,
melainkan juga melalui contoh-contoh yang mereka berikan sewaktu
menangani perassaan mereka sendiri atau perasaan yang biasa muncul
antara suami dan istri
