Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosional


Kecerdasan emosional tidak ditentukan sejak lahir tetapi dapat dilakukan melalui
proses pembelajaran. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan
emosional individu menurut Goleman (2000), yaitu faktor dari lingkungan keluarga
dan non keluarga. Kehidupan keluarga merupakan sekolah pertama dalam
mempelajari emosi. Peran serta orang tua sangat dibutuhkan karena orang tua adalah
subyek pertama yang perilakunya diidentifikasi, diinternalisasi yang pada akhirnya
akan menjadi bagian dari kepribadian anak. kecerdasan emosional ini dapat
diajarkan pada saat anak masih bayi dengan contoh-contoh ekspresi. Kehidupan
emosi yang dipupuk dalam keluarga sangat berguna bagi anak kelak di kemudian
hari, sebagai contoh: melatih kebiasaan hidup disiplin dan bertanggung jawab,
kemampuan berempati, kepedulian, dan sebagainya. Hal ini akan menjadikan anak
menjadi lebih mudah untuk menangani dan menenangkan diri dalam menghadapi
permasalahan, sehingga anak-anak dapat berkonsentrasi dengan baik dan tidak
memiliki banyak masalah tingkah laku seperti tingkah laku kasar dannegatif.
Sedangkan faktor dari lingkungan non keluarga. Dalam hal ini adalah lingkungan
masyarakat dan lingkungan penduduk. kecerdasan emosional ini berkembang
sejalan dengan perkembangan fisik dan mental anak. Pembelajaran ini biasanya
ditunjukkan dalam aktivitas bermain anak seperti bermain peran. Anak berperan
sebagai individu di luar dirinya dengan emosi yang menyertainya sehingga anak
akan mulai belajar mengerti keadaan orang lain. Pengembangan kecerdasan
emosional dapat ditingkatkan melalui berbagai macam bentuk pelatihan diantaranya
adalah pelatihan asertivitas, empati dan masih banyak lagi bentuk pelatihan yang
lainnya