Faktor-faktor kebermaknaan kerja


Faktor-faktor dalam kebermaknaan kerja Hoole dan Bonnema (2015)
menjelaskan bahwa terdapat dua faktor dalam kebermaknaan kerja yaitu,
faktor yang mempengaruhi kebermaknaan kerja dan faktor yang
dipengaruhi kebermaknaan kerja:
a. Mempengaruhi kebermaknaan kerja
1) Sudut pandang
Pekerjaan bermakna merupakan nilai-nilai dalam diri karyawan yang
dapat mempengaruhi pengalaman karyawan tentang pekerjaan yang
bermakna serta dapat berdampak pada keterlibatan kerja karyawan.
2) Pengalaman
Overell (dalam Hoole dan Bonnema, 2015) mengatakan tahap
kehidupan seseorang mempunyai dampak yang berarti bagi
seseorang tentang apa yang mereka inginkan untuk mendampatkan
makna dari pekerjaan.
b. Dipengaruhi kebermaknaan kerja
Dalam faktor ini kebermaknaan kerja mempengaruhi pekerjaan yang
sedang dilakukan karyawan, dimana seseorang yang mempunyai
kebermaknaan kerja maka keterikatan kerja karyawan meningkat.
Sedangkan, Morin (dalam Kawuryan, 2017) menyebutkan
faktor apa saja yang mempengaruhi keterikatan kerja, yaitu:
a. Development and learning
Faktor development and learning atau pengembangan dan
pembelajaran adalah persepsi tentang pekerjaan yang sesuai dengan
kepentingan dan kompetensi karyawan atau pekerjaan yang
memungkinkan karyawan mengeksperisakan dirinya lewat
pekerjaannya.
b. Work Utility
Utilitas kerja berhubungan dengan aspek pragmatis pekerjaan,
yang dilihat sebagai pekerjaan yang dapat membantu orang lain.
Faktor utilitas kerja berhubungan dengan manfaat pekerjaan bagi
kepentiang bersama.
c. Quality of Working Relationship
Faktor ini berbicara mengenai kualitas hubungan kerja
mengenai interpersonal kerja, persepsi kerja sama antar pekerja,
solidaritas sesama pekerja dan adanya dukungan sosial.
d. Autonomy
Otonomi berhubungan dengan adanya karyawan membuat
penilaian sendiri, menunjukan kreativitasnya dan kebebasan
karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Dalam faktor ini,
pekerjaan yang berarti menjelaskan bahwa karyawan dapat mengatur
tugasnya, sesuai dengan cara yang menurut karyawan efektif.
e. Moral Correctness
Pada faktor moral correctness atau kebenaran moral
merupakan persepsi karyawan tentang pekerjaannya sesuai dengan hal
yang diinginkan dan dihargai dalam masyarakat dan pekerjaan
tersebut diciptakan dengan cara yang bertanggung jawab secara
sosial