Keterikatan karyawan merupakan rasa keterikatan emosional terhadap
pekerjaan dan organisasi, termotivasi dan mampu memberikan kemampuan terbaik
karyawan untuk membantu kesuksesan dari serangkaian manfaat nyata bagi
organisasi dan individu (Darmawan & Napitupulu, 2023).
Indikator variabel Keterikatan Karyawan yang digunakan merujuk pada
indikator milik Schaufeli dalam Darmawan & Napitupulu (2023) yaitu:
- Semangat (Vigor) merupakan aspek yang ditandai dengan tingginya
tingkat kekuatan dan ketahanan mental dalam bekerja, keinginan untuk
berusaha sungguh-sungguh dalam bekerja, kegigihan dalam
menghadapi kesulitan - Dedikasi ditandai dengan perasaan bermakna, semangat, inspirasi,
kebanggaan dan tantangan dalam bekerja. Orang-orang yang memiliki
skor dedikasi Skor yang tinggi sangat mengidentifikasi pekerjaan
seorang karyawan karena menjadikannya pengalaman yang bermanfaat,
menginspirasi, dan menantang. - Penyerapan ditandai dengan konsentrasi dan minat yang mendalam,
tenggelam dalam pekerjaan, waktu terasa begitu cepat berlalu dan
individu sulit melepaskan diri dari pekerjaan sehingga melupakan segala
sesuatu disekitarnya,
Menurut Robinson dalam Dany Fauzan Ramadhan (2023) Keterikatan
Karyawan diartikan sebagai sikap positif yang ditunjukkan oleh karyawan pada
suatu perusahaan tempat mereka bekerja dan juga menunjukkaan nilai – nilai yang
dimiliki oleh organisasi tersebut. Adapun Indikator variabel Keterikatan Karyawan
lainnya menurut Mashanafi & Putranta (2024) didefinisikan sebagai berikut: - Keterikatan kognitif: pemahaman tentang tujuan dan nilai-nilai organisasi
serta kesesuaian antara peran karyawan dan organisasi. - Keterikatan emosional: menggambarkan kedekatan afektif antara karyawan
dan organisasi, yang mencakup rasa bangga dan loyalitas terhadap
organisasi yang bersangkutan. - Perilaku terikat: tindakan nyata karyawan dalam menunjukkan komitmen
melalui usaha ekstra dan loyalitas, serta keterlibatan aktif dalam mencapai
tujuan organisasi.
